Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Tokoh Pepera 1969 Ramses Ohee telah dikebumikan secara militer di halaman rumahnya Kampung Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Kamis (2/6/2022).
Ramses Ohee wafat pada Senin (30/5/2022) pukul 12.00 WIT di RS Dian Harapan, Waena, Jayapura.
Sebelumnya, pihak keluarga menggelar ibadah pelepasan Ondofolo atau Kepala Suku Besar Waena di GKI Petrus Waena.
Bupati Jayapura Matius Awoitauw, SE, MSi, mengatakan pihaknya kehilangan seorang tokoh yang istimewa. Almarhum adalah seorang pahlawan untuk bangsa, masyarakat adat, tapi juga seluruh masyarakat di Tanah Papua.
Awoitauw mengatakan, sosok almarhum sebagai pejuang kembalinya Irian Jaya kembali ke pangkuan NKRI.
“Kesungguhan beliau kepada bangsa dan negara tak pernah surut. Konsitensi yang luar biasa, baik gereja, masyarakat adat, tapi juga pemerintah,” ujar Awoitauw.
Almarhum dalam posisi terakhir sebagai anggota DPR Papua Utusan Adat Periode 2019-2024.
“Semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik, murah hati, tak pernah marah dengan siapapun, tak pernah dendam dengan siapapun, selalu berpikir untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,” ungkap Awoitauw.
Dengan jasa-jasanya untuk masyarakat, bangsa dan negara, tutur Awoitauw, hari ini semua mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhir.
“Selamat jalan orang tua, kaka yang kami banggakan. Jasamu akan menjadi tauladan untuk kami semua,” ucap Awoitauw.
Pendiri Gereja
Mantan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pendeta Albert Yoku mengatakan atas nama GKI di Tanah Papua dan atas nama seluruh gereja-gereja dan juga agama-agama ia menyampaikan hormat dan terima kasih, karena almarhum tak pernah membeda bedakan.
“Almarhum adalah orang yang punya hikmat, punya kesucian hati didalam sengala sesuatu,” katanya.
Dikatakan Yoku, sebagai Ondofolo ketika Waena menjadi kampung, gereja telah turut serta bersamanya.
“Dialah sejarah hidup, dialah perintis hidup, peletak dasar hidup dan pendiri gereja,” tandasnya.
Karena itu, atas nama GKI di Tanah Papua secara khusus untuk sejarah hadirnya kampung Waena, sejarah hadirnya jemaat GKI Petrus Waena dan juga jemaat-jemaat yang berkembang selanjutnya dari GKI Petrus Waena, almarhum adalah pelaku sejarahnya.
“Begitu juga untuk seluruh dinominasi gereja yang hadir di sekitar kampung Waena dan juga agama-agama yang berkembang di sekitar kampung Waena beliau ada dibalik itu semua,” terangnya.
Dengan sangat bijaksana beliau menerima dan menyetujui semua bentuk pelayanan, yang terjadi di sekitar kampung Waena.
Karena itu, gereja memberi penghormatan, agama-agama memberi penghormatan kepada seorang tokoh yang dipakai oleh Tuhan, yang berwibawa, berhikmat dan berhati suci, untuk menolong seluruh pelayanan yang berlangsung di tengah-tengah kehidupan adat, kehidupan beragama dan kehidupan pemerintah di wilayah kampung Waena. **














