Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Dirut PT. Air Minum (PTAM) Jayapura Robongholo Nanwani (Persero), Dr. H. Entis Sutisna, SE, MM, mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah merencanakan sumber air baru, yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Jayapura.
Hal ini diungkapkan Entis Sutisna, kepada wartawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/4/2024) petang.
Kata dia, sumber air yang dimaksud adalah sumber air Sibor Gonzi, yang terletak di belakang Makodam XVII/ Cenderawasih, Kota Jayapura.
“Kami mencari alternatif dan mendapatkan sumber air baru, yang ada di Sungai Sibor Gonzi, dimana kapasitasnya mencapai 220 liter per detik. Secara internal saya telah membuat desain dan pada 2022 kita mengusulkan kepada pemerintah provinsi Papua, 2023 proposal kami direspon positif,” ujar Entis Sutisna.
Pembangunan dan pengoptimalan sumber air baru tersebut memakan waktu kurang lebih dua tahun dan akan menelan biaya hingga Rp 60 miliar.
“Sumber air ini akan dioptimalkan pelayanan kepada masyarakat yang kekurangan air di Polimak, Ardipura, Hamadi, Abepantai, Tanah Hitam, Kotaraja, Kampung Buton, Tobati dan Enggros. Saya yakin ada peningkatan pelayanan, artinya kita akan memiliki cadangan air yang bisa kita penuhi,” katanya.
Dengan adanya sumber air baru tersebut, menurut Entis, ketergantungan pada sumber air Kojabu akan berkurang.
“Nantinya kita fokus pada Abepura dan Jayapura Selatan, sehingga beban sungai Kojabu berkurang dan dimanfaatkan Jayapura Utara, “jelasnya.
Tentunya, jika sumber air baru tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, maka akan mempengaruhi skema pelayanan dan memenuhi kekurangan pasokan air.
“Pembangunannya memiliki waktu 2 tahun, ini untuk membangun semua yang dibutuhkan termasuk pipa transmisi dan reservoar baru.
Saya optimis dengan dukungan pemerintah provinsi, kota dan kabupaten ini bisa terlaksana,” harapanya.
Selain itu, pihaknya pun tengah berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk memanfaatkan sumber air Taifun yang berada di Koya Koso.
Sumber air itu diketahui dibangun, saat PON Papua digelar.
“Saat ini kami berkolaborasi untuk memanfaatkan aset ini, nantinya untuk warga Muara Tami. Sesuai rencana akan ada penambahan 2.100 pelanggan, yang mendapatkan dukungan dana dari pemerintah. Ini sudah lampu hijau. Sehingga kita akan bangun jaringan air bersih dan sambungan rumah, kita juga mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi pemasangan jaringan pipa utama di Koya Barat Timur dan Koya Tengah, ” jelanya.
Permasalahan Pelayanan Air Bersih di Jayapura
Ia juga merincikan permasalahan pengelolaan sumber air bersih di Kota Jayapura. Kata dia, saat ini terdapat 12 aliran sungai dan 22 intake (titik pengambilan air) 895 liter per detik di wilayah kota dan 60 liter/perdetik di daerah Muara Tami.
Ia mengakui ketersediaan air bersih di Kota Jayapura bermasalah, hal ini dikarenakan adanya penambahan jumlah penduduk (saat ini mencapai 400 ribu) namun, tidak diimbangi dengan adanya penambahan sumber air baru.
“Sehingga kami dalam 5 tahun ini, hanya memanfaatkan sumber air yang ada dengan mengoptimalkan, melakukan perawatan dan pemeliharaan, termasuk merehab intake,” katanya.
Dengan 22 intake ini, maka pelayanan di Jayapura menggunakan ‘multi intake’ sehingga tidak ada pelanggan yang mendapatkan air 24 jam selama sehari penuh atau selama satu minggu, karena masing-masing intake berbeda wilayah, sehingga produksi terbatas dan beroperasi 50 hingga 60 persen saja.
Berangkat dari fakta ini, maka hampir pasti jika tak ada sumber air baru, tentu akan menyulitkan dan bisa jadi terjadi kesulitan pelayanan.
“Kami berharap ada dukungan semua pihak, karena selama ini kami berfokus pada peningkatan pelayanan pada sisi sosial,” tutupnya. **














