Polda Papua Libatkan Binmas Noken dan FKUB Tepis Paham Radikal di Merauke

Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr Eko Rudi Sudarto, S,I,K MSi saat menggelar silaturahmi dengan FKUB Merauke untuk menjaga kamtibmas di Bumi Anim Ha. (foto: Humas Polda Papua)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAinside.com, JAYAPURA – Polri masih terus melakukan pengembangan terkait penangkapan 11 terduga teroris di Merauke.

Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri mengatakan, Polda Papua saat ini tengah bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Merauke untuk mengantisipasi paham radikalisme meluas ke warga.

Tak hanya itu, pihaknya juga tengah berkerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Seperti menjalin komunikasi yang aktif dengan warga, khususnya yang Muslim untuk menjaga hal-hal ini berkembang, itu langkah kami bersama FKUB,” kata Kapolda Mathius D. Fakhiri, Kamis (03/06/2021).

Langkah lainnya kata Kapolda Fakhiri, pihaknya akan melakukan pendekatan konkrit bersama Binmas Noken melalui berbagai kegiatan yang menjaga paham tersebut tak meluas.

Tak hanya itu, mengingat Kabupaten Merauke juga menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan PON, maka langkah yang masif juga perlu diambil.

“Konsep secara masif kita Polda Papua lakukan dengan mengedepankan peran Binmas Noken untuk meningkatkan antisipasi dengan isu-isu yang dapat mengganggu ketertiban, kenyamanan pelaksanaan PON di Merauke,” lanjutnya.

Ia mengharapkan semua pihak untuk dapat berkontribusi menyebarkan informasi bahwa Papua aman dan nyaman untuk pelaksanaan PON.

Sedangkan, mengenai penangkapan 11 terduga teroris ia meminta agar Polri diberikan waktu untuk terus bekerja.

Ia mengatakan, setelah penangkapan semua terduga teroris selesai dilaksanakan, pihaknya akan membawa mereka ke Mako Brimob di Jayapura. Namun, tergantung situasi yang ada dan bisa saja 11 orang terduga teroris akan langsung dikirim ke Jakarta. **