Plt Sekda Jayawijaya Lepas Satgas Kijang

Plt Sekda Jayawijaya Drs Tinggal Wusono, MAP saat melepas Satgas Kijang. (Foto: Istimewa)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAInside.com, WAMENA—Plt. Sekda Jayawijaya Drs Tinggal Wusono, MAP secara resmi melepas lima belas tenaga medis yang akan ditempatkan di tiga Distrik di Kabupaten Jayawijaya melalui program Satuan Tugas Kaki Telanjang (Satgas Kijang) berlangsung di Lantai III, Gedung Otonom, Wamena, Senin (14/06/2021).

Lima belas satgas ini akan ditempatkan di distrik Molagalome, Tagineri dan Tailarek, dimana di masing-masing distrik akan ditempatkan lima orang petugas kesehatan dengan latar belakang keilmuan.

“Rencananya mereka akan bertugas secara bergilir selama 11 hari kedepan. Harapannya ketika mereka sudah melaksanakan tugasnya akan dilakukan penggiliran pada distrik-distrik lain yang belum ada layanan kesehatan secara masif,” ungkapnya.

Menurutnya, distrik-distrik yang belum memiliki puskesmas atau sudah memiliki puskesmas, namun masih terbatas dari sisi tenaga, maka Satgas Kijang ini nantinya akan ditempatkan di sana.

“Kami berharap dengan penempatan tenaga satuan tugas kaki telanjang ini lebih bisa memaksimalkan terkait dengan pelayanan kesehatan di kabupaten Jayawijaya,” katanya.

Selain itu, tuturnya, dengan penempatan satgas kijang, maka Nakes nantinya bisa melihat sejauh mana kondisi kesehatan masyarakat yang ada di lapangan, sehingga menjadi tolak ukur dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan pemerintah.

Ia juga berharap kepada para petugas selama melakukan pelayanan jika menemukan kendala-kendala atau tidak bisa melakukan penanganan secara cepat dan tepat agar segera melaporkan ke dinas dan di koordinasikan dengan pemda, untuk bisa melakukan penanganan secara menyeluruh, mengingat lokasi-lokasi penugasan satgas berada di daerah luar sehingga tidak menutup kemungkinan banyak masyarakat yang sakit namun tidak melaporkan kepada petugas kesehatan.

Sehingga, ia berharap kondisi-kondisi tersebut bisa disisir secara baik.

“Untuk satu lokasi kita tempatkan 5 orang, nanti dengan berbagai latar belakang keilmuan. Harapan kita mereka juga bisa saling membantu terkait proses layanan. Mereka akan ditempatkan selama 11 hari namun akan bergeser pada lokasi-lokasi yang lain. Jadi 1 distrik, tapi bisa bergeser ke kampung-kampung lain,” pungkasnya. **