PLN Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pantai Sburya Biak

PLN UIW Papua dan Papua Barat menggandeng Rumah Komunitas Byak menanam bibit mangrove di Pantai Sburya Biak untuk mencegah meluasnya abrasi. (foto: PLN UIW P2B)

PLN Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pantai Sburya Biak

PAPUAInside.com, BIAK— Ancaman Abrasi di Pantai Sburya, Kampung Swapodibo, Distrik Biak Kota mendapat perhatian dari PLN dengan melakukan penanaman 2.000 bibit manrove di lahan seluas 2 hektar untuk mencegah makin melausnya

Penamanan bibit mangrove berlangsung Jumat (12/08/2022) dengan menggandeng Rumah Komunitas Byak.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pembangunan Ekoregion (P3E) Papua, Edward Sembiring, mengungkapkan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan rehabilitasi mangrove ini. ”Yang pasti kami sangat mendukung hal ini untuk terus dapat dilakukan. Kami juga berharap adanya peran serta masyarakat untuk dapat bersama-sama melestarikan lingkungannya,” ujar Edward.

Pantai Sburya dipilih sebagai lokasi rehabilitasi karena letaknya bersebelahan dengan landasan pacu bandara Frans Kaisiepo Biak yang kondisinya telah mengalami abrasi hingga jarak 10 sampai 15 meter. Penanaman pohon bakau dilakukan supaya dapat menahan arus air laut dan mencegah abrasi semakin luas.

Salah seorang masyarakat Kampung Swapodibo, Melkyanus Simbiak, menyampaikan rasa terima kasih atas kegiatan rehabilitasi pesisir pantai yang dilakukan oleh PLN dan Rumah Komunitas Byak. Dia menyampaikan hal ini nantinya akan sangat bermanfaat dalam mengatasi kerusakan di wilayah kampungnya. ”Harapan kami kedepan agar pantai kami ini dapat kembali seperti semula karena saat ini kondisinya sudah terlalu rusak. Bibit mangrove yang nantinya tumbuh juga kami harapkan dapat menjadi rumah ikan, sehingga jika hal itu terjadi masyarakat kami dapat mencari ikan cukup dipinggiran pantai saja tidak perlu harus jauh-jauh ke tengah laut,” ungkapnya.

Sementara itu Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Biak, Yakomina M.W. Senandi menjelaskan kegiatan ini  menjadi salah satu bentuk kepedulian dan upaya PLN  dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan sinergi berbagai pihak, pada akhirnya kegiatan penanaman dapat dilaksanakan.

“Kami berharap kedepannya upaya konservasi yang dilakukan bersama ini dapat berkelanjutan. Ekosistem lingkungan dapat menjadi seimbang dan hewan-hewan laut juga kembali mempunyai habitat di pantai. Dengan begitu dapat mempermudah masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai nelayan untuk menangkap ikan. Tidak menutup kemungkinan juga dimasa yang akan datang Pantai Sburya dan sekitarnya dapat menjadi objek wisata,” ungkap Yakomina. ** (PLN UIW Papua dan Papua Barat).