Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAIndside.com, WAMENA—Sebagai langkah awal menyikapi terputusnya jembatan Kali Bion di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Papua, yang menghambat aktifitas warga setempat. Balai Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wamena mengambil langkah cepat dengan membangun jembatan alternatif, untuk bisa dilalui warga.
Kurang lebih tujuh unit alat berat diturunkan, untuk mulai melakukan pengerjaan. Namun karena kondisi cuaca di distrik Abenaho masih terus diguyur hujan, menjadi penghambat pengerjaan jalan darurat.
Kepala Kantor Balai PJN Wamena, Sepnat Kambu menjelaskan, terputusnya jembatan kali Bion diakibatkan intensitas curah hujan yang cukup tinggi, sehingga terjadi banjir material batu, dan kayu di Kali Bion.
“Kejadian bencana terputusnya jembatan kali Bion di kilometer 63 murni diakibatkan bencana alam. Sehingga antisipasi awal, yang akan dilakukan yakni dengan membangun atau membuat jalan darurat, agar dapat digunakan masyarakat dan juga kendaraan roda dua dan empat melintas,” ungkapnya saat meninjau langsung lokasi longsor, Rabu (24/02/2021).
Lanjutnya, meski diterjang banjir dan longsor, namun rangka jembatan masih dalam kondisi baik, sehingga PJN akan memindahkan rangka jembatan, agar dapat digunakan kembali.
PJN juga akan melakukan normalisasi kali dengan membuat jalur air melalui pemasangan bronjong sepanjang 20 meter di dua arah berbeda untuk mendudukan rangka jembatan darurat.
“Kalau untuk jembatan yang putus ini, paling lama 2022, paling cepat kami akan usahakan ke pusat, dan pusat juga akan melihat jembatan ini,” terangnya.
Kata Sepnat, untuk pekerjaan di lapangan, PJN Wamena telah menyiapkan 7 alat berat jenis eksavator, ditambah 3 eksavator milik PT Cipta Jaya.
“Kami sudah kerja di lapangan sejak hari Senin dengan upaya mendatangkan alat berat ke lokasi bencana sekaligus membuat jalan sementara,” pungkasnya. **













