Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Berbeda dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di wilayah Indonesia yang lain menggunakan sistem coblos. Namun ada yang unik di wilayah Tanah Papua. Di dua Provinsi di Tanah Papua, yakni Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Tengah mengunakan sistem coblos dan sistem noken atau ikat.
Hal ini disampaikan Anggota Komisioner KPU Papua Pegunungan Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, Melkianus Kambu dan Ketua KPU Pegunungan Tengah Jennifer Darling Tabuni di sela-sela pemeriksaan kesehatan bakal calon kepala daerah di RSUD Dok II Jayapura, Sabtu (30/8/2024).
Sebagaimana diketahui, Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Tengah adalah Daerah Otonomi Baru (DOB) hasil pemekaran Provinsi Papua. Kedua Provinsi ini untuk pertama kali menggelar Pilkada Serentak.
Melkianus mengatakan di Provinsi Papua Pegunungan terdapat 6 kabupaten yang menggunakan sistem noken. Masing-masing Jayawijaya, Tolikara, Nduga, Lany Jaya, Yahukimo dan Mamberamo Tengah.
Sedangkan dua kabupaten menggunakan sistem coblos, yakni Yalimo dan Pegunungan Bintang.
Di Jayawijaya terdapat 4 kelurahan menggunakan sistem coblos, sementara di wilayah pinggiran menggunakan sistem noken.
Di Lany Jaya khusus di ibukota Tiom terdapat dua kelurahan menggunakan sistem coblos. Sedangkan di wilayah pinggiran menggunakan sistem noken.
Di Tolikara dua kelurahan menggunakan sistem coblos, sedangkan di wilayah luar menggunakan sistem noken.
Begitupun di Mamberamo Tengah hanya dua kampung menggunakan sistem coblos, sementara di wilayah di wilayah luar semuanya menggunakan sistem noken.
Sementara di Nduga menggunakan sistem noken 100 persen.
Sementara itu, Ketua KPU Pegunungan Tengah Jennifer Darling Tabuni, mengatakan di Provinsi Papua Tengah terdapat 6 kabupaten menggunakan sistem noken. Sedangkan dua kabupaten, yakni Mimika dan Nabire menggunakan sistem coblos.
Kemudian Puncak Jaya, Puncak, Paniai, Dogiyai, Deyai dan Intan Jaya menggunakan sistem noken.

Anggota Komisioner KPU Papua Pegunungan Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, Melkianus Kambu. (Foto: Istimewa)
Cegah Konfik
Melkianus dan Jennifer sepakat, agar semua pihak dapat mencegah konflik di tengah masyarakat.
Melkianus mengharapkan seluruh masyarakat di Provinsi Papua Pegunungan harus menjaga persatuan dan kesatuan
“Mari kita berikan hak pilih kepada calon kepala daerah, untuk mengatur pemerintahan di Provinsi Papua Pegunungan,” imbuh Melkianus.
Menurut dia, pihaknya juga berharap kepada Bawaslu, agar mengawasi jalannya Pilkada. Apabila ada kecurangan segera melakukan penindakan, agar ada efek jerah bagi pihak-pihak yang melakukan hal-hal di luar dari aturan.
Jennifer menghimbau kepada penyelenggara, pendukung, simpatisan, tim pemenang dan seluruh masyarakat berharap dapat melaksanakan pesta demokrasi tanpa adanya konflik.
“Jangan menyebarkan berita bohong atau hoax, yang akan menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan. Apalagi Papua Tengah termasuk zone merah,” tegasnya.
Karena itu, Jeniffer mengharapkan semua pihak mematuhi aturan yang ada, dan jangan memunculkan hal hal yang tau sewajarnya dalam pesta demokrasi ini.
Berkas Pendaftaran Diterima di KPU
Melkianus menuturkan, di Papua Pegunungan terdapat dua pasangan bacagub dan bawacagub, yang telah mendaftar ke KPU Papua Pegunungan, masing-masing Befa Yigibalom dan Natan Pahabol serta Jhon Tabo dan Ones Pahabol.
Befa Yigibalom-Natan Pahabol didukung 9 parpol, yakni PAN, Garuda, Nasdem, PSI, PKN, Gerindra dan PBB.
Jhon Tabo dan Ones Pahabol didukung parpol, Yakini Demokrat, Golkar, Gelora, PKB, PAN, PDI Perjuangan.
Sementara itu, Jennifer merincikan di Provinsi Papua Tengah terdapat ada 8 kabupaten.
Untuk Puncak Jaya terdapat 2 pasangan bacabup dan bacabup, Nabire 2 pasangan bacabup dan bacabup, Mimika 3 pasangan bacabup dan bawacabup, Intan Jaya 5 pasangan bacabup dan bawacabup, Puncak 4 pasangan bacabup dan bawacabup, Paniai 3 pasangan bacabup dan bawacabup, Dogiyai 6 pasangan bacabup dan bawacabup dan Deyai 5 pasangan bacabup dan bawacabup.
Kemudian terdapat 4 pasangan bacagub dan Bawacagub, masing masing Meki Fritz Nawipa dan Denias Geley, diusung 5 parpol PDI Perjuangan, PKN, PBB, PPP dan PAN.
John Wempi Wetipo dan Ausilius You 3 parpol Gerindra, PKS dan Gelora. Natalis Tabuni dan Titus Natkime 4 parpol Nasdem, Buruh, PSI dan Ummat. Willem Wandik dan Aloysius Giyai 6 parpol Hanura, PKB, Golkar Demokrat, Garuda dan Perindo.
“Jadi 18 parpol semuanya sudah tersebar memberikan dukungan kepada empat pasangan bacagub dan bacawagub,” tandas Jennifer. **














