PAPUAInside.id, KAIMANA— Meminjam peribahasa para nelayan “Sekali Layar Terkembang Pantang Surut ke Belakang,” ini diartikan ketika suatu keputusan telah diambil, maka seharusnya tidak ada lagi keragu-raguan, Keputusan itu harus dijalani walaupun itu berarti harus menghadapi segala kendala yang menghadang.
Sembilan hari sebelum perayaan hari ulang tahun ke 60, perjalanan melewati laut Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw.,M.Si terjadi tanggal 17-18 Oktober 2023. Walaupun ada gangguan pada mesin kapal dan harus menunda perjalanan dengan berganti kapal, perjalanan harus dilakukan saat hendak menuju Pulau Lakahia juga Nomatota.
Suara musik rebana terdengar merdu, dari jauh terlihat anak-anak menari dengan gembira diatas pasir putih. Perahu motor yang membawa Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw bersama istri Ny. Roma Megawanti serta Bupati Mimika Freddy Thie terus maju mendekati bibir pantai, Rabu (18/10/2023) siang. Panas begitu menyengat namun puluhan warga tampak berkerumun menjemput Gubernur Waterpauw.
Perjalanan dari Pulau Lakahia menuju Kampung Namatota melawati lautan bebas memakan hampir 1 jam diwarnai dengaan hempasan ombak kecil membuat kapal melambat. Sehari sebelumnya Gubernur Waterpauw ke Lahakia untuk ziarah kemakan ayahnya almarhum Ferdinan waterpauw juga bertemu keluarga besarnya. Sebelum sampai ke Pulau Lakahia terjadi kerusakan mesin hingga Gubernur menunda perjalanan
Tiba di pantai seorang tetua adat mengambil pasir lalu manuruh didahi Gubernur Waterpauw, Ny. Roma Megawanti dan Bupati Freddy Thie sebagai simbol selamat datang. 10 anak remaja putri terus menari manyambut kedatangan Gubernur Waterpauw dan rombongan.
Kadistrik Namatota Bakrie Ombaier terlihat gembira dengan kedatangan Gubernur Waterpauw, ia mengaku sejak kemarin sudah menunggu Gubernur Waterpauw. “Alhamdulilah beliau sampe juga disini,”ucapnya.
Kampung Namatota adalah sebuah kampung kecil di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, yang berbatasan langsung dengan Teluk Triton dan berada di depan Teluk Bicari. Sesampainya di Kampung Namatota Gubernur Waterpauw bersama istri Ny. Roma Megawanti serta Bupati Mimika Freddy Thie menuju situs pemakaman raja yang kuburannya berada disamping Masjid, sesampai di pemakaman raja, Gubernur menundukan kepala lalu berdoa. Usai berdoa ia memperhatikan keadaan makam.
Namatota merupakan kerajaan yang ada di Semenanjung Bomberai dan berafiliasi dengan Kesultanan Tidore di Maluku Utara. Di masa lalu, daerah Namatota adalah kerajaan yang juga dikenal dengan sebutan Kerajaan Kowiai. Semenanjung Bomberai sendiri merupakan wilayah yang diisi oleh kerajaan-kerajaan Islam.
Kerajaan Namatota sendiri hanya memiliki rumah sederhana yang disebut sebagai rumah adat. Rumah adat inilah yang menjadi tempat berlindung sang raja. Kini rumah adat sudah dialihfungsikan menjadi tempat penyimpanan pernak-pernik serta berbagai aksesoris dari raja-raja Namatota terdahulu. “Semoga ini bukan perjalanan akhir Gubernur Waterpauw disini, namun ada perjalanan-perjalanan lain untuk membangun masyarakat disini,”ujar Kadistrik.
Sebelum berbalik ke Kaimana, Gubernur Waterpauw berbincang dan makan siang dengan warga dibawah pohon yang rindang. Gubenur memperkenalkan dirinya juga istrinya yang menemaninya. Ia pun dengan rendah hati meminta warga Namatota untuk mendoakan dirinya agar tetap sehat menjalani kerja pengabdian kepada masyarakat. Gubernur Waterpauw juga menyerahkan bantuan tali asih kepada warga Namotota yang telah mereka terima 17 Oktober.
Bapa Ingat Kembali
Usai bertemu warga Namatota Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw bersama istri Ny. Roma Megawanti serta Bupati Mimika Freddy Thie diantara warga dengan tarian seka menuju kapal yang akan membawa kembali ke Kaimana. “Bapa gubernur ingat kembali eee,”teriak seorang warga yang suaranya kalah besar dari speaker yang memutar lagu-lagu mengiringi rombongan Gubernur meningggalkan Namatota.
Teriakan warga ini seperti juga dikemukakan Kadistrik Lakahia Yance Nasira, bahwa masyarakat sangat antusias kedatangan Gubernur. “Beberapa kampung di Distrik Teluk Etna yang terdiri dari lima kampung dan satu kampung pemekaran mendukung kepemimpinan beliau untuk memimpin Papua Barat,”ujarnya.
Dikatakan, karena beliau salah satu tokoh dan orang tua yang akan memberi motivsi tetapi juga memberi manfaat bagi generasi-generasi muda. “Mereka menilai beliau membawa nama baik kampung tak hanya disini namun di luar Tanah Papua. Beliau ini bukan jago kandang saja to, “ujarnya penuh senyum.
Lulus dan Lolos
Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat Kombes Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si yang juga Jenderal polisi berbintang tiga pertama asal Papua kelahiran 25 Oktober 1963 itu ditunjuk Presiden sebagai penjabat gubernur atau gubernur administrasi di Papua Barat kurun waktu 2022-2023.
“Saya sudah lulus lulus dan lolos,”ujarnya dalam berbagai kesempatan. Jenderal yang tidak pernah cuti selama berkarir di kepolisian dan utang tidur selama memimpim Papua Barat telah melakukan terobosan serta meletakkan hal hal penting di Papua Barat.
Program nasional yang sukses dikerjakan oleh Pemerintah Papua Barat yaitu perpanjangan runway bandara Rendani, jalan lingkar Manokwari, pembangunan Pasar Sanggeng, ruang terbuka hijau lapangan Borasi. Lalu angka indeks daya saing daerah meningkat dari 1,87 persen pada tahun 2021 menjadi 2,92 persen pada tahun 2022. Angka prevelensi stunting Papua Barat menurun hingga 15,53 persen pada September 2023, didukung dengan program orang tua asuh.
Capaian ini melampaui target nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat yakni 17 persen pada tahun 2023. Hal ini sangat signifikan jika dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 30 persen. Dengan DPR Papua Barat menyelesaikan 21 Perdasus dan Perdasi sesuai amanat PP 106 dan 107 tahun 2021 sebagai konsekuensi perubahan UU Otsus (UU No 21/2001) menjadi UU No 2/2021. Penjabat Gubernur Papua Barat ini memperoleh penghargaan baik dalam negeri maupun luar negeri
Terima kasih atas semua dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh warga Papua Barat untuk memajukan Papua Barat. ”Terima kasih untuk semuanya, inilah wujud kebersamaan kita apa yang kita rasakan, “ungkapnya beberapa waktu lalu.
Pelajaran Penting
Pengamat Politik Papua Frans Maniagasi mengatakan perjalanan Pemerintahan Papua Barat dengan Penjabat Gubernur Paulus Waterpauw ada pelajaran penting yang dapat kita catat. Pertama, dalam waktu yang relatif singkat sekitar setahun lebih banyak hal yang sudah dilakukan meskipun dalam kapasitasnya sebagai penjabat gubernur dengan kewenangan yang terbatas namun telah melakukan terobosan-terobosan yang cukup signifikan paling tidak memacu provinsi ini untuk melakukan percepatan pembangunan.
Kedua, ada kelebihan yang dimiiki oleh Jenderal Polisi dengan latar belakang pernah bertugas diteritorial dalam tugas kepolisian menjadi nilai dasar untuk mobilitas dilapangan turun langsung datang dan mendengar serta merasakan apa yang dirasakan dan dialami oleh masyarakatnya. Menangkap denyut nadi pergumulan dan pergulatan dari kehidupan masyarakat dan langsung memberikan solusi di lapangan maupun pada tingkat kebijakan.
Ketiga, Waterpauw telah memiliki pengalaman dan jam terbang yang tinggi sehingga intens melakukan komunikasi dan interaksi dengan pemerintah pusat termasuk dengan kementerian dan lembaga terkait sehingga berbagai program penjabat gubernur segera direspon cepat. Juga dengan kalangan aparat birokrasi pemerintahan di Papua Barat maupun dengan seluruh pemda serta masyarakat.
Kata kuncinya komunikasi yang dilakukan oleh Waterpauw baik secara vertikal maupun horizontal dan masyarakat akar rumput (grassroot). Itulah beberapa prestasi yang sukses telah dipatrikan oleh Paulus Waterpauw. “Sayang, kalau mesti terhenti hanya sampai di sini. Semoga ada kesempatan dan kepercayaan lain yang diberikan pemerintah pusat untuk mengembang amanat yang lebih tinggi lagi,” ujar mantan jurnalis ini. **














