Oleh: Vina Rumbewas |
PAPUAInside.com, WAMENA – Setelah beberapa kali dimediasi akhirnya kedua kelompok yang bertikai di Distrik Hubikosi beberapa waktu lalu sepakat damai dengan pembayaran denda adat oleh masing-masing pihak.
Pertemuan kelompok Wukahilapok dan Kelompok Meagama ini difasilitasi Kepolisian Polres Jayawijaya, Senin (31/08/2020) di halaman Mapolres Jayawijaya.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Dominggus Rumaropen, mengatakan dengan diselesaikan masalah ini maka berakhir pula aksi saling serang antara masyarakat Wukahilapok dan Meagama.
“Kami berharap pulang dari sini kegiatan masyarakat kembali normal seperti biasa, aktifitas berkebun dan gereja kembali seperti biasa,” ungkap Rumaropen.

Kejadian beberapa waktu lalu juga diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi kedua belah pihak, yang mana bila terjadi suatu permasalahan maka harus mengecek kebenaran dan tidak mengambil sikap main hakim sendiri.
Untuk mencegah terjadinya hal-hal serupa Polres Jayawijaya rutin melakukan razia senjata tajam.
“Sesuai dengan kemauan dari kedua belah pihak untuk permasalahan ini diselesaikan secara adat tanpa ada hukuman nasional nanti saya akan mempertimbangkannya. Sedangkan untuk masalah pembakaran honai akan diselesaikan kembali dan kedua belah pihak menunggu undangan dari Polres Jayawijaya,” jelas Kapolres.
Herman Doga, Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat Jayawijaya mengatakan dalam pembayaran denda adat ini kelompok Wukahilapok menyiapkan 35 ekor babi dan Meagama menyiapkan 30 ekor babi. Kelebihan 5 ekor babi dari kelompok Wukahilapok tersebut untuk pembayaran honai yang dibakar saat perang beberapa waktu lalu.
Karena pembayaran denda adat masing-masing kelompok sama yakni 30 ekor babi sehingga hanya 5 ekor yang diserahkan.
“Untuk pembayaran 5 ekor babi terkait pembakaran honai agar diselesaikan nanti. Kita hari ini menyelesaikan masalah terkait pembayaran denda adat karena ada korban jiwa,” katanya.
Setelah dilakukan penyelesaian denda adat dilakukan penandatangan berita acara oleh kedua kelompok di hadapan pihak kepolisian. **














