Pentingnya Mengedukasi Orang Tua untuk Pencegahan Stunting

Koordinasi Lintas Sektor Penanganan Stunting di Ruang Pertemuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Jayawijaya. (Foto: Humas Pemda Jayawijaya)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAinside.com, WAMENA—Asisten II Sekda Jayawijaya Lekius Jikwa, SPd, MSi mengingatkan para pimpinan OPD, yang tergabung dalam Tim Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jayawijaya, agar mendiskusikan dan menyusun hal-hal strategis atau langkah-langkah praktis, yang akan digunakan dalam program penanganan stunting di Jayawijaya.

“Hal penting yang perlu didahulukan pada program ini adalah melaksanakan edukasi kepada orang tua untuk stunting dan cara penanganannya,” ungkap Lekius Jikwa, saat menyampaikan sambutan pada Koordinasi Lintas Sektor Penanganan Stunting di Ruang Pertemuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Selasa (14/6/2022).

Menurutnya, langkah langsung juga dapat dilakukan dengan penanganan langsung kepada ibu hamil, bayi dan balita yang membutuhkan asupan gizi, imunisasi, vitamin dan suplemen yang terkait dengan pencegahan stunting.

Dan yang tidak kalah penting, katanya, adalah pembuatan sarana sanitasi dan air bersih.

“Saya harap bapa ibu peserta koordinasi dapat menyumbangkan ide-ide kreatif untuk menunjang program ini dan melaporkan hasil koordinasi kepada pimpinan, untuk dapat ditetapkan langkah-langkah yang akan dilakukan sesuai dengan kebijakan pimpinan daerah serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubid Kesehatan dan Sosial Bappeda Jayawijaya Fransisco Lexi Souisa, mengungkapkan bahwa saat ini beberapa daerah tinggi stunting di Jayawijaya, yang harus dilakukan intervensi dan dibuatkan locus berdasarkan analisis situasi.

“Angka stunting kita sekitar 42,76 persen ini kalkulasi untuk keseluruhan prevelensinya dan angka 42 berarti sudah masuk merah, makanya kami  Jayawijaya termasuk locus stunting untuk pemerintah pusat,” ungkapnya.

Lexi mengatakan, di Jayawijaya terdapat empat titik merah stunting, dengan kasus tertinggi terdampak di Kampung Wosiala, Distrik Usilomo.

“Penyebab stunting lebih pada sanitasi dan air bersih, dan kami sudah buat tim survei dan tim pemetaan untuk kami bisa buat locus-locus baru,” tambahnya. **