PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL—Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pegunungan Bintang yang ke-23 jatuh pada tanggal 12 April, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menghadirkan sebanyak 47 kelompok kreatif dari berbagai kategori – seni musik, akustik, tari tradisional dan kontemporer, musik band, tari-koor, serta kelompok seni lukis dan ekonomi kreatif untuk menggelar pentas seni budaya yang berlangsung selama tiga hari di Lapangan Sepak Bola Abikbor Oksibil mulai Kamis (09/04/2026).
Peristiwa ini bukan hanya sekadar wujud perayaan tahunan, melainkan sebuah langkah kritis dalam membangun fondasi baru bagi sektor kreatif daerah yang selama ini masih memiliki potensi yang belum tergarap secara maksimal. Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Aloysius Bawi, S.Sos., M.Si., dalam pertemuan dengan awak media menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang mendalam sebagai bagian dari gerakan kebangkitan kreatif masyarakat Pegunungan Bintang.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Aloysius Bawi, S.Sos., M.Si., (duduk sebelah kanan). (foto: Aquino Ningdana)
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial yang hanya diramaikan dan kemudian terlupakan. Kami melihat ini sebagai momentum kritis untuk menggali dan mengembangkan talenta yang selama ini terpendam di tengah masyarakat, khususnya putra-putri asli daerah yang memiliki potensi luar biasa namun belum mendapatkan dukungan yang memadai,” tegas Aloysius Bawi.
Menurutnya, arahan yang diberikan oleh Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana bahwa tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun kebangkitan seni budaya dan ekonomi kreatif merupakan pijakan strategis dalam membangun identitas daerah yang kuat dan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa lagi melihat seni budaya hanya sebagai bagian dari acara adat atau hiburan semata. Kita harus mengangkatnya menjadi sektor ekonomi yang produktif dan sumber kebanggaan kolektif masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aloysius menjelaskan bahwa kehadiran 47 kelompok yang berasal dari berbagai distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah bukti nyata bahwa daerah ini memiliki kekayaan kreatif yang luar biasa. Mulai dari kelompok musik akustik yang menghadirkan lagu-lagu tradisional dengan sentuhan modern, kelompok tari yang mempertahankan gerakan-gerakan adat dengan kemasan yang relevan, hingga kelompok seni lukis yang menggambarkan kehidupan masyarakat melalui karya-karya yang penuh makna.
“Salah satu langkah kritis yang kami lakukan adalah menghadirkan anak-anak asli daerah yang punya talenta untuk tampil di panggung terbuka ini. Ini bukan hanya tentang pementasan, tetapi lebih jauh sebagai sarana untuk mempromosikan potensi kreatif daerah ke kancah yang lebih luas, sekaligus membangun rasa percaya diri dan profesionalisme di kalangan pelaku seni lokal,” ungkapnya.

Ketua panitia pentas Seni budaya dan ekonomi kreatif, Lusianus Kasipmabin. (foto: Aquino Ningdana)
Di tempat yang sama, ketua panitia pentas Seni budaya dan ekonomi kreatif, Lusianus Kasipmabin, mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh dinas yang terlibat dan memberikan dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan ini, serta kepada para pengunjung yang telah meramaikan acara dengan antusiasme yang tinggi.
Namun, ia juga mengajak seluruh komponen pemerintah daerah untuk melihat lebih jauh mengenai peran mereka dalam pengembangan seni budaya dan ekonomi kreatif.
“Saya ingin menyampaikan pesan yang jelas: di momen istimewa seperti ini, bahkan dalam setiap kesempatan yang ada, dinas-dinas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus mampu berpartisipasi secara proaktif tanpa harus menunggu petunjuk dari pemimpin. Kita perlu membangun budaya kerja yang mandiri, inisiatif, dan memiliki visi jangka panjang terhadap kemajuan daerah,” tegasnya dengan nada yang tegas. ** (Aquino Ningdana)













