Menoken di Pengukuhan Iram Kampung Yenggu Baru dan Kampung Yenggu Lama

Iram Kampung Yenggu Baru dan Kampung Yenggu Lama, Ambrosius Waisimon, didampingi istri Selpiana Sanggraway dan perangkat Iram, usai upacara penobatan. (Foto: Makawaru da Cunha/ Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, YENGGU—Ambrosius Waisimon (67) resmi dikukuhkan sebagai Iram atau Kepala Suku Kampung Yenggu Baru dan Kampung Yenggu Lama, menggantikan ayahnya Almarhum Esau Waisimon, yang telah berpulang.

Upacara pengukuhan Iram Ambrosius Waisimon berlangsung dalam upacara adat di Kampung Yenggu, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (2/10/2024).

Turut hadir Nokeners dari wilayah adat Mamta, Anim Ha, Domberai dan mancanegara.  

Seperti diketahui, nokeners menggelar kegiatan Menoken Pertukaran Oktober 2024 di beberapa Kampung di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, 1-7 Oktober 2024.

Dilanjutkan di beberapa kampung di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, 9-11 Oktober 2024.

Sejumlah pria menabuh tifa dan wanita menari dan menyanyi bersama di sela-sela Penobatan Iram Kampung Yenggu Baru dan Kampung Yenggu Lama, Ambrosius Waisimon. (Foto: Makawaru da Cunha/ Papuainside.id)  

Upacara pengukuhanIramAmbrosius Waisimon berlangsung meriah dan khidmat

Ambrosius Waisimon, didampingi istri Selpiana Sanggraway dan perangkat Iram diarak sejumlah penari dan pemukul tifa dari rumat adat menuju tempat upacara pengukuhan.  

Disambut Iram Marga Waicang, Yance Waicang disaksikan perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dan warga setempat.   

Ambrosius Waisimon membungkuk lalu Yance Waicang memasang topi mahkota Burung Cenderawasih.

Yance Waicang mendaulat Ambrosius Waisimon duduk bersila diatas batu tipis, kemudian mengambil sumpah dan melantik Ambrosius Waisimon sebagai Iram Kampung Yenggu Baru dan Kampung Yenggu Lama.

Ambrosius Waisimon mengangkat dua jari menengadah ke langit atau ke Sang Pencipta Alam Semesta  Tuhan yang Maha Kuasa, dan menunduk ke bumi tempat manusia berpijak.

Nokeners berpose bersama Iram Kampung Yenggu Baru dan Kampung Yenggu Lama, Ambrosius Waisimon. (Foto: Makawaru da Cunha/ Papuainside.id)

Iram Ambrosius Waisimon menyampaikan syukur kepada Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta, karena  hari ini ia resmi dikukuhkan sebagai Iram Kampung Yenggu Baru dan Kampung Yenggu Lama.

Iram Ambrosius Waisimon menegaskan tugas utamanya adalah menjaga tanah, hutan dan seisinya, untuk kesejahteraan dan kemakmuran warganya.  

“Saya harus jaga tanah, hutan dan seisinya. Tak boleh orang lain memiliki tempat ini tanpa seizin Iram,” tegasnya.

“Saya sudah dilantik dan disumpah, disaksikan Tuhan dan masyarakat. Kalau saya lewat dari sumpa berarti saya punya nyawa hilang,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Pemkab Jayapura, Elisa Yarusabra mengatakan upacara penobatan Iram Kampung Yenggu Baru dan Kampung Yenggu Lama merupakan suatu peristiwa sejarah yang sesungguhnya.

Salah-satu bagian dari amanat UU Otsus untuk Papua, yakni nafasnya adalah melindungi, memproteksi dan memberdayakan masyarakat adat.

“Terjemahannya itu hari ini pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan langsung kepada masyarakat adat. Tak ada jalan lain, selain melalui adat dan budaya,” ungkap Elisa.

Elisa pun berharap dengan kehadiran Iram Kampung Yenggu Baru dan Kampung Yenggu Lama ini, untuk melanjutkan pembangunan di Kabupaten Jayapura. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *