Oleh: RF I
PAPUAinside.id, WAMENA—Pengusaha Asli Orang Papua (OAP) menyayangkan aksi pemukulan yang menimpa Beni Hilapok, salah sorang rekan pengusaha OAP.
Aksi pemukukan terjadi di Halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Pegunungan, Wamena, Selasa (11/6/2024).
Kejadian berawal ketika para pengusaha OAP mendatangi kantor dinas PUPR, untuk mempertanyakan paket-paket pekerjaan, yang tak kunjung ada kejelasan hingga memasuki bulan ke enam ini.
Sekelompok masa yang telah berada dilokasi, kemudian melakukan aksi menghalang-halangi, sehingga terjadi cekcok dan berujung pemukulan.
“Tujuan aksi kita hari ini jelas, kita mau minta paket untuk pengusaha OAP, yang nilainya dibawah Rp 2 miliar. Kita sama-sama bicara nasib OAP, tapi kita sangat kesal dengan aksi mereka ini. Mereka ini diperintahkan siapa untuk palang kantor dan buat tindakan anarkis yang dilakukan ke teman-teman kita hari ini,” ungkap Koordinator Pengusaha OAP Papua Pegunungan, Jhon Matuan, saat ditemui di Polres Jayawijaya.
Menurut Jhon, pihaknya tidak melakukan tindakan anarkis, tapi ingin bertemu dan berbicara secara intelektual dengan kepala dinas PUPR.
“Kita sebenarnya mau audience, karena kita palang kantor supaya kepala dinas kasih keterangan paket ini atur seperti apa. Namun tindakan teman-teman ini perintah siapa, ini harus terbuka. Provinsi baru ini jangan ada konflik antara kita, Lapago ini kita satu keluarga,” tegasnya.
Sehingga terkait hal ini pengusaha OAP minta pertanggungjawaban dan itikad baik dari Ketua Himpunan Pengusaha Orang Asli Papua Pegunungan (HPOAPP) Pandimur Jikwa, untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan sebelum berlanjut ke proses hukum.
“Kami mau buat laporan polisi tapi tunda dulu, kami lagi upayakan mediasi. Kami punya tuntutan bukan ke pen demo, Simson kalian sebagai apa di sana kalian sama dengan kita kontraktor. Kami ini pengusaha OAP dan ada dalam Gapensi dan Gapeknas,” pungkasnya.

Sekertaris Umum HPOAPP Simson Asso, saat mengklarifikasi insiden pemukulan di Halaman Kantor PUPR Papua Pegunungan. (Foto: RF/Papuainside.id)
Terpisah, Sekertaris Umum HPOAPP Simson Asso, mengklarifikasi tudingan tersebut.
Menurutnya, karena beredar informasi akan ada aksi pemalangan di kantor PUPR, sehingga pihaknya sejak subuh menduduki halaman kantor.
“Kami turun dengan komando dari ketua HP OAPP, kami turun dari jam 5 di tempat ini bertujuan untuk mengawal proses ini dan juga membela pemerintah (PUPR), karena kita tau bahwa di tempat ini pekerjaan lelang dan prosedurnya masih belum, lalu lakukan demo macam ini hanya mau minta paket kegiatan dan melakukan tindakan, ini kan tidak benar,” ungkapnya.
Tambahnya, tindakan yang terjadi hingga berujung adanya dugaan pemukulan adalah tindakan spontanitas.
“Tindakan yang tadi terjadi adalah tindakan spontanitas, saya melihat langsung dan tindakan itu tidak anarkis, jadi tadi ada yang masuk lalu ada cekcok, sehingga terjadi spontan kami tidak pukul,” tegasnya.
Namun terkait hal tersebut, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak terkait.
“Kami atas nama HPOAPP menyampaikan permohonan maaf kepada polres dan juga yang tadi sudah masuk. Saya garis bawahi, Jhon dan teman-teman pengusaha lain kita ini sama-sama pengusaha OAP jadi mari bersatu untuk kita perjuangkan nasib,” pungkasnya. **














