Pengungsi di Paniai, Pemprov Papua Tengah Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

PJ Gubernur Papua Tengah Dr Ribka Haluk, S.Sos, M.M bersama Danrem 173/PVB, Brigjen Frits Wilem Richard Pelamonia ditengah warga pengungsi asal Distrik Bibida yang saat ini berada di Kompleks Gereja Katolik Paroki Salib Suci, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai. (foto: dok)

PAPUAINSIDE.ID, PANIAI— Permerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari untuk situasi pengungisia dari Distrik Bibida ke Lokasi Paroki di Pabiai Timur selama 14 hari.

Hal tersebut disamapikan PJ Gubernur {a[ua Tengah Dr Ribka Haluk, S.Sos, M,M saat menmguyngungi 1883 pengungsi di di lokasi Gereja Katolik Paroki Salib Suci, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Kamis (20/6/2024).

“Jadi masyarakat ini mengungsi sudah 1 minggu, sehingga kita buat status tanggap darurat selama 14 hari. Para pengungsi ini adalah tanggungjawab pemerintah. Sehingga selama dalam pengungsian kami dari pemerintah telah menyiapkan segala kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kebutuhan makan minum, kesehatan dan tim trauma healing,” ujarnya.

Ribka Haluk menuturkan dalam pengamatannya tak ada masyarakat yang terserang penyakit dan semuanya mendapatkan asupan makanan selama dalam pengungsian. Ia juga senang kehadirannya diterima dengan baik oleh masyarakat.

Ribka Haluk berharap agar Kabupaten Paniai ini segera pulih kembali dan tidak ada lagi gangguan keamanan yang mengorbankan masyarakat. Ia meminta agar semua pihak ikut mewujudkan Papua Tengah aman dan nyaman.

“Saudara-saudara yang tidak puas dengan pemerintahan, ayo mari bergabung dan bersatu kita bangun daerah ini. Apalagi ini Papua Tengah sudah memiliki pemerintahan baru, kita pemerintah sudah siap untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan beras 10 ton, minyak goreng, supermie, garam, makanan tambahan balita dibawah 5 tahun, pemberian makanan ibu hamil, susu balita dibawah 5 tahun, susu anak-anak diatas 5 tahun, sembako, menyiapkan tenda dan bantuan Rp 2 miliar untuk pembangunan sekolah TK dan SMP YPPGI yang dibakar.

Danrem 173/PVB, Brigjen Frits Wilem Richard Pelamonia menjelaskan saat ini kondisi di Distrik Bibida, Paniai Timur, Dogomo dan Duma-dama telah dinyatakan aman dan terkendali.

“Saya sendiri yang memimpin operasi dan saya telah sampai di ujung Distrik Bibida. Hari ini saya pastikan daerah tersebut sudah aman dan terkendali. Saat ini sudah tidak ada anggota TNI-Polri non organik yang beroperasi disana, yang ada hanya anggota organik Paniai, yang tugasnya untuk menjamin keselamatan masyarakat Paniai,” tuturnya.

Frits menceritakan masyarakat takut karena kehadiran kelompok kriminal dengan menggunakan senjata datang dari Kabupaten Intan Jaya. Kehadiran kelompok pengganggu keamanan ini bahkan telah melakukan tindakan kriminal seperti pembakaran sekolah, kios-kios masyarakat, mobil, perpusatakaan, bahkan pembunuhan.

“Itulah kenapa TNI-Polri hadir disini, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dan operasi telah kami lakukan serta selesai. Saya yakinkan dan menjamin kepada Pj Gubernur dan Pj Bupati, bahwa lokasi Distrik Paniai Timur dan Dibida sudah aman, kami TNI-Polri sudah melakukan pembersihan dan penyisiran. Kami yakin apabila pengungsi kembali ke kampung halamannya, bisa beraktivitas dengan baik,” tutupnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *