Pemkot Jayapura Kekurangan APD

Persipura Jayapura menerima penghargaan dari Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pusat. (Foto: MO Persipura Jayapura)

Oleh: Ignas Doy  I     

PAPUAInside.com, JAYAPURA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura dalam menangani Covid-19, selain daya tampung rumah sakit sangat terbatas juga kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), seperti PCR, Rapid Test, VTM dan logistik. PCR hanya ada Litbangkes dan Labkesda Papua.

Demikian disampaikan Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano, ketika Rakor Penanganan Covid-19 antara bupati dan walikota se- Papua melalui video conference di  Swiss-belhotel Papua, Jayapura, Selasa (07/07/2020).

Rakor Penanganan Covid-19 ini juga dihadiri Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dony Monardo.

Mano mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura, satu dua hari sudah ada PCR.

“Kami usul  Pemkot Jayapura bisa mendapatkan PCR, karena semua data untuk swab itu kami bisa menunggu satu dua bulan,” terangnya.

Menteri PMK Muhadjir Effendy mengatakan, , agar Pemkot Jayapura minta APD di Kementerian Kesehatan dan BNPB di Jakarta.

Kepala BNPB Dony Monardo menyampaikan Kementerian Kesehatan dan BPBN telah menyalurkan APD kepada provinsi Papua sebanyak 85.888, masker bedah sebanyak 758, masker N 95 sebanyak 2960, medical gloves sebanyak 13.300, get ekspert sebanyak 600, ventilator sebanyak 4 unit, rapid test sebanyak 14400, rapid test anti gen 2250, PCR reagen 30472, reagen RNA sebanyak 28400, VTM sebanyak 7400 dan beberapa perlengkapan lainnya.

Update Covid-19 kota Jayapura hingga Rabu (08/07/2020), positif 1158, dirawat 766, sembuh 377, meninggal 15, ODP 889 dan PDP 154. **