Oleh: Vina Rumbewas |
Papuainside.com, Wamena— Pemerintah segera memulihkan semangat kebersamaan dan persaudaraan di Wamena pasca kerusuhan 23 September 2019 yang mengakibatkan 33 orang meninggal dunia dan 76 lainnya luka-luka serta ratusan bangunan, kendaraan hangus terbakar.
Pemulihan semangat kebersamaan tersebut disampaikan Menko Polhukam Wiranto saat berkunjung ke Wamena, Selasa (8/10) bersama Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan rombongan.
Kehadirannya di Wamena, menurut Menko Wiranto mewakili pemerintah pusat ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat baik Papua maupun non-Papua, untuk menciptakan kembali Wamena yang aman dan kondusif. Banyak warga masih ingin tinggal di Wamena namun minta jaminan keamanan.
“Kehidupan dari masyarakat Non Papua yang ada di pengungsian itu ada di Wamena, mereka telah merintis itu selama puluhan tahun, mereka tidak ingin kembali ke daerah asalnya tetapi ingin tetap tinggal di Wamena dengan catatan jaminan keamanan,” ungkap Wiranto, usai pertemuan bersama seluruh lapisan masyarakat Jayawijaya dan pimpinan paguyuban di Gedung Aithousa Wamena, Selasa (08/10).
Dalam pertemuan yang berlangsung hampir satu jam itu, perwakilan Tokoh Masyarakat dari Suku Mukoko Jayawijaya Agus Hubi juga menyampaikan agar warga non-Papua tidak keluar dari Wamena, tetapi kembali dan bersama membangun Wamena.
Sehingga hal inilah yang menurut Wiranto akan disampaikan kepada Presiden, agar pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kondisi fisik Wamena, baik rumah, ruko, kios, dan gedung pemerintahan.
Selain itu pemerintah juga ingin agar segera memulihkan semangat kebersamaan, persaudaraan , dan perdamaian.
“Saya kira ini yang ingin dicapai oleh pemerintah sehingga dapat dipahami oleh seluruh masyarakat indonesia,” tegasnya. **














