Oleh: RF I
PAPUAInside.id, WAMENA—Pemerintah Daerah (Pemda) Jayawijaya menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD2) Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini digelar di salah satu hotel di pada Selasa (18/2/2025) ini, dibuka Penjabat Bupati Jayawijaya, yang diwakili Asisten 1 Sekda Jayawijaya, Drs Tinggal Wusono, MAP.
FGD ini diikuti setiap perwakilan dari masing-masing OPD di lingkungan Pemda Jayawijaya.
Dalam sambutan Pj Bupati Jayawijaya, yang dibacakan Asisten 1 Setda Jayawijaya, ditekankan bahwa tahun 2025 ini memasuki periode pertama Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Jayawijaya, yang akan dimulai pada tahun 2025-2045. Kebutuhan akan dokumentasi perencanaan, untuk melaksanakan pembangunan pada periode RPJMD 2025-2029 harus mulai disiapkan.
KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan atau kebijakan.
Nilai-nilai keterkaitan, keseimbangan dan keadilan (Permen LHK No 9 Tahun 2011) sebagai prinsip utama dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Tinggal mengatakan, pemerintah pusat dan daerah diwajibkan untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah. Hal inilah yang menjadi dasar untuk dilakukan penyusunan KLHS RPJMD Kabupaten Jayawijaya Tahun 2025-2029.
“FGD ini adalah untuk menyatukan persepsi, menggalang masukan dari berbagai pihak untuk memperkaya data dan informasi, mambangun tim kerja yang solid dan memetakan kerangka kerja teknis tentang RPJMD Kabupaten Jayawijaya Tahun 2025-2029 yang terintegrasi dengan KLHS sebagai salah-satu proses perencanaan pembangunan secara partisipatif, bekelanjutan, dan berwawasan lingkungan,” ungkapnya.
Menurutnya, KLHS juga menjadi landasan operasional pelaksanaan pembangunan dan dimanfaatkan sebagai alat kajian pada tingkat trategi dalam penyusunan rencana program pembangunan.
“Harapan saya agar penyusunan dokumen kajian lingkungan hidup strategis ini mengarahkan kita kepada perencanaan pembangunan, yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam yang arif dan bijaksana bagi kemakmuran masyarakat di Jayawijaya dan Papua Pegunungan,”imbuhnya. **














