Pembunuhan Kepala Kampung Berujung Bentrok Antar Warga

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen memediasi dua kelompok warga yang bentrok di Distrik Hubikosi. (foto: Humas Polres Jayawijaya)

Oleh: Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com, WAMENA – Pertikaian antar kelompok warga terjadi di Kampung Meagama Distrik Hubikosi Jayawijaya, Rabu (19/08/2020)

Pertikaian antar warga  kampung Meagama Distrik Hubikosi dengan warga kampung Usiwuka Distrik Pelebaga ini berawal dari meninggalkan kepala kampung Meagama pada Selasa kemarin, yang disangkakan dilakukan warga Pelebaga, sehingga berujung aksi balas dendam.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen membenarkan hal tersebut bahwa bentrok terjadi sekitar pukul 16:20 WITdi Kampung Meagama Distrik Hubikosi.

“Dua distrik inikan berbatasan dimana dari bentrokan itu di kampung Meagama ada sekitar 10 honai dibakar, kemudian dari kedua belah pihak khusus kampung Meagama ada 4 orang yang alami luka berat akibat terkena panah,” ungkap Kapolres Jayawijaya saat ditemui media di RSUD Wamena, Rabu (19/08/2020)

Menurut Kapolres saat ini ke empat orang korban tengah menjalani perawat di RSUD Wamena

Honai yang terbakar di Kampung Meagama akibat bentrok antar warga. (foto: Humas Polres Jayawijaya) 

Sementara, untuk korban dari warga Kampung Usiwuka Distrik Pelebaga kata Kapolres karena hari mulai gelap dan aparat mendorong masa untuk kembali ke kampungnya sehingga pihaknya belum memastikan berapa banyak warga yang luka, ditambah lagi lokasi pegunungan dan hutan.

Namun jajaran kepolisian masih berada di lapangan untuk melakukan monitoring apabila ada yang luka ataupun korban jiwa.

“Hingga saat ini dari laporan tidak ada korban jiwa. Masih sebatas luka-luka, ada juga yang luka  ringan tidak melapor ke kita (polisi) namun langsung kembali ke tempatnya masing-masing,” katanya.

Menangani bentrokan warga ini, kata Kapolres pihaknya mengerahkan semua kekutan dan dibackup Brimob, Kodim 1702/Jayawijaya, dan Batalyon 756/Wimanesile, untuk meminimalisir terjadinya konflik.

“Kekuatan kita dari polres sekitar 100 personil, kemudian Brigade Mobil satu peleton yakni 30 personil, kemudian dari kodim satu peleton 30 personil, dan tempatnya dekat dengan kawasan batalyon 756 sehingga ada bantuan dari batalyon untuk ikut menghimbau kedua kubuh agar mundur,” terang Rumaropen.

Tambahnya, sejauh ini kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi agar kasus dapat ditegakkan secara hukum.

Kepolisian juga berupaya melakukan mediasi  apalagi kedua belah pihak masih-masing satu-satu korban jiwa.

“Dari kampung Meagama satu meninggal dan dari Usiwuka satu meninggal. Tentu kita berharap korban jiwa cukup itu saja jangan bertambah lagi,” pungkasnya.

Sementara ditempat berbeda, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyampaikan bahwa pemerintah menyerahkan sepenuhnya penanganan konflik ini kepada pihak berwajib.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk bagaimana bisa tindaklanjuti ini hingga semua para pelaku bisa ditangkap,” kata Banua.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat Jayawijaya untuk tetap tenang, karena kejadian ini sebenaranya masalah antara masyarakat di Distrik Pelebaga dan Distrik Hubikosi. **