PDAM Jayapura dan Bank Dunia Jajaki Kerjasama Rehabilitasi Kampwolker 

Dirut PDAM Jayapura, Entis Sutisna, yang mendampingi Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen dan rombongan, ketika meninjau Areal Sumber Air Kampwolker, Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/2/2023). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura dan Bank Dunia menjajaki kerjasama, untuk rehabilitasi sumber air bersih di Kampwolker.

Hal ini disampaikan Dirut PDAM Jayapura Entis Sutisna, yang mendampingi Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen dan rombongan, ketika meninjau kondisi lapangan di Areal Sumber Air Kampwolker, Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin (20/2/2023).

Entis mengatakan, kunjungan Bank Dunia ini ingin melihat langsung tentang kondisi pelayanan PDAM Jayapura dan juga tentang kebutuhan yang menjadi prioritas.

Entis menyampaikan bahwa saat ini PDAM Jayapura mengalami kekurangan kapasitas produksi air bersih, karena seiring dengan perkembangan masyarakat, sementara selama 20 tahun terakhir debit air di Kampwolker tak bertambah.

Entis juga menyampaikan hal mendesak yang mesti dilakukan PDAM Jayapura, yakni penambahan kapasitas produksi air bersih.

“Yang paling cepat adalah bagaimana memanfaatkan Kampwolker untuk dibuat check dam. Artinya kita mengoptimalkan kapasitas intake atau penampungan yang ada saat ini, yakni ada limpasan air, tapi kan akhirnya hilang,” ujar Entis.  

Oleh karena itu, tukasnya, Tim Teknis PDAM Jayapura sedang mendesain dan menyusun proposal, untuk ditawarkan kepada Bank Dunia dalam rangka mengoptimalkan ataupun  merehabilitasi intake Kampwolker.

 
Dirut PDAM Jayapura, Entis Sutisna, berbincang dengan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen, usai meninjau Areal Sumber Air Kampwolker, Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/2/2023). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Entis mengharapkan dengan adanya kunjungan ini juga Bank Dunia mendapatkan informasi valid langsung di lapangan bahwa di tengah keterbatasan pelayanan PDAM Jayapura, di tengah sumber air yang tak bertambah dan di tengah masyarakat yang semakin bertambah, ternyata segenap jajaran PDAM Jayapura terus berupaya mengoptimalkan pelayanan.

“Kami istilahnya tak tinggal diam, dan terus  berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi penduduk di Jayapura ini,” tuturnya.

Entis menjelaskan, sumber air Kampwolker belum lama ini mengalami kerusakan, sehingga pihaknya mengupayakan membangun bronjong, untuk mengoptimalkan dan memanfaatkan kemampuan yang ada di PDAM Jayapura.

Untuk melakukan rehabilitasi sumber air Kampwolker, terangnya, sesuai estimasi membutuhkan dana sekitar Rp 10 miliar, untuk melakukan perubahan terhadap intake di Kampwolker.

“Kami harap apakah itu pemerintah Indonesia melalui Dinas PUPR ataupun Bank Dunia atau lembaga manapun yang bisa membantu akan kita sambut dengan baik. Intinya Kampwolker bisa segera dilakukan rehabilitasi,” tandasnya.

Satu Kahkonen menuturkan, pihaknya sangat  senang berkunjung ke tempat ini, untuk melihat perkembangan terkait pengamanan sumber daya air bersih di Jayapura.

“Kami sudah mengunjungi intake air yang ada di Kampwolker, untuk melihat apakah ada perbaikan yang bisa dilakukan dan diperlukan untuk membuat sumber daya air ini lebih bisa diandalkan,”ucapnya. 

Terkait tindalanjut dari kunjungan ini, ungkapnya, pihaknya saat ini baru bersilaturahmi dan melihat serta sudah mendiskusikan beberapa opsi.

“Dan kita akan melihat nanti bagaimana selanjutnya,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *