Oleh: Nethy DS|
PAPUAInside.com, JAYAPURA— Dua unit alat PCR (Polymerase Chain Reaction) yang ada di Kabupaten Mimika satu unit di RS Tembagapura dan satu unit Kuala Kencana diharapkan bisa membantu Satgas Covid-19 Provinsi Papua memeriksa sample swab dari warga di luar Kabupaten Mimika yang hasil rapid testnya reaktif.
Dua unit alat tersebut saat ini digunakan tim medis untuk memeriksa sample swab warga di Timika dan Tembagapura yang setelah melakukan rapid test hasilnya reaktif.
Harapan tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Dokter Silwanus Sumule saat zoom meeting dengan jurnalis di Media Centre Satgas Covid-19 Kantor BPBD Provinsi Papua, Skyland Jayapura, Kamis (28/02/2020).
‘’Secara informal sudah ada komunikasi dengan teman-teman di sana dan pada prinsipnya siap membantu, namun untuk legal formal harus disampaikan ke management PT Freeport Indonesia,’’ jelasnya.
Pertimbangan Satgas Covid-19 untuk mempercepat sample swab diperiksa dibandingkan jika harus di bawa ke Jayapura, adalah kedekatan jarak dan menekan biaya.
Sumule mengatakan, kabupaten yang dimungkinkan mengirim sample adalah yang berdekatan dengan Kabupaten Mimika, seperti Puncak, Puncak Jaya, Nduga, Asmat, Intan Jaya, Dogiyai, Paniai, Deiyai karena jaraknya dekat ke Timika. ‘’Bisa dibayangkan kalau dari Jayapura yang akan mengambil sample ke Intan Jaya misalnya, harus mencarter pesawat, tapi kalau dibawa ke Mimika jaraknya dekat sehingga bisa menekan biaya,’’ jelasnya.
Dijelaskan Sumule untuk mempercepat memutus rantai penyebaran covid-19 ini yakni lebih dini menemukan orang yang terpapar, dengan cara mengetahui hasil positif setelah dilakukan pemeriksaan PCR.
Papua saat ini memiliki empat unit alat PCR terdapat di RS Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana di Mimika, di Labkeslitbang dan Labkesda Papua di Jayapura serta satu alat TCM (Test Cepat Molekuler) di Serui Yapen.
Idealnya, kata Sumule begitu hasil rapis test ada yang reaktif, langsung diambil sample swabnya untuk diperiksa agar statusnya diketahui secepatnya apakah positif atau negative, namun di Papua banyak ditemukan banyak kendala, salah satunya keterbatasan reagen untuk PCR, mengakibatkan banyak sample swab yang belum diperiksa.
Namun kata Sumule meskipun ada keterbatasan tetapi Papua tetap optimis menang melawan Covid-19. **
[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]














