Pastor John Bunay, Otsus Jilid II Jangan Dipaksakan Akhiri Konflik Papua dengan Dialog

Pastor Alberto John Bunay Pr ikut angkat bicara soal Otsus jilid 2. (Foto : Faisal Narwawan)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAInside.com,JAYAPURA – Pastor Alberto John Bunay Pr ikut angkat bicara soal Otsus jilid 2.

Penanggungjawab 57 pastor pribumi Papua dari lima keuskupan se tanah Papua ini menyatakan, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Otsus jilid 2 tak boleh dipaksakan.

“Kami terpanggil 57 pastor pribumi, kami berikan seruan bahwa kami tidak mau dipukul, disiksa, ditahan dengan tuduhan makar maka kami minta Otsus Jilid dua jangan dipaksakan,” jelas Pastor Alberto John Bunay Pr dalam jumpa pers di Abepura, Selasa (21/07/2020) kemarin.

Ia mengatakan, jika pemerintah tetap memaksakan bergulirnya Otsus jilid 2 maka tak menutup kemungkinan akan terjadi konflik. “Kalau paksa maka akan ada konflik, kalau konflik maka sakitnya lama. Kami minta janga paksa,” ujarnya lagi.

Para pastor pribumi ini juga memberikan solusi kepada pemerintah pusat dan Papua, dengan cara dialog.

“Kami minta pemerintah Indonesia akhiri konflik dengan dialog. Dialog dengan siapa, dialog hendaknya dengan ULMWP. Biar bijaksana maka dialog ada pihak ke 3 sebagai fasilitator. Bapak Jokowi pernah berbicara hal ini. Maka konflik berkepanjangan bisa diselesaikan,” katanya.

Ia juga menyerukan agar pemerintah pusat menginjinkan wartawan asing untuk masuk ke Papua meliput pembangunan hasil Otsus  atau selama masa Otsus.

Selain itu, 57 pastor di tanah Papua juga mendesak MRP Papua maupun Papua Barat, DPR Papua untuk segera laksanakan Mubes (musyawarah besar) gabungan antara Papua dan Papua Barat untuk membahas hal tersebut.

“Supaya tidak ada masalah kami punya pikiran transpormatif. Ini pikiran di luar sana, pikiran  jauh di sana, yaitu kita membuka diri untuk mengijinkan orang Papua adakan referendum, bikin jejak pendapat, apa mau tetap dengan NKRI atau keluar. Ini pikiran jauh di sana, tarik ke sini untuk Papua dan Indonesia. Jadi Kalau berani kasih referendum biar jelas,” sarannya. **