Pasca Konflik, Pemprov Papua Pegunungan Akan Fokus Cari Korban dan Kembalikan Massa Ke Kabupaten Asal

Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, bersama Wamendagri Ribka Haluk, para bupati, para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama, saat memberikan keterangan pers usai rapat tertutup di ruang rapat bupati Jayawijaya, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Papuainside.id/RF)

Oleh: RF

PAPUAINSIDE.ID, WAMENA–Pasca konflik antar dua kelompok warga yang terjadi di Woma-Wamena, Papua Pegunungan pada Juma 15 Mei 2026 kemarin.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama para bupati dan jajaran forkopimda gelar rapat tertutup yang berlangsung di ruang rapat bupati Jayawijaya, Sabtu (16/05/2026).

Rapat ini membahas situasi keamanan di Wamena dan Papua Pegunungan pada umumnya. Rapat dihadiri langsung Wamendagri, Ribka Haluk. Rapat juga melibatkan para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan para tokoh agama di Wamena.

Usai pertemuan, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, mengungkapkan bahwa dalam rapat ini telah disepakati beberapa point sebagai langkah awal yakni akan dilakukan rekonsiliasi perdamaian, dan mulai hari ini perang antar dua suku dihentikan.

Pemerintah bersama aparat terkait juga akan segera melakukan pencarian terhadap para korban yang hingga kini belum ditemukan.

Pemerintah juga akan bergerak cepat untuk memulangkan kembali para warga yang terlibat konflik di Wamena ke daerah masing-masing.

“bersama-sama dengan aparat kepolisian dan TNI, kami dalam waktu dekat akan mencari korban-korban yang belum ditemukan. Kami juga akan mengambil langkah-langkah untuk memulangkan masyarakat yang terlibat ke Lani Jaya, Tolikara, dan Kurima,” ungkapnya.

John Tabo kembali menegaskan bahwa mulai hari ini Sabtu (16/5/2026) perang harus dihentikan dan diakhiri, tidak ada lagi gerakan tambahan dari kelompok manapun.

“Kalau ada gerakan-gerakan tambahan, ada isu-isu yang sengaja dikembangkan, kami minta aparat kepolisian untuk tangkap dan diproses hukum,” tegas gubernur.

Ditambahkannya, pemerintah Papua Pegunungan juga telah menerima berbagai masukan dari para tokoh masyarakat, adat dan agama, yang kedepan akan dituangkan dalam perdasi dan perdasus tentang perang suku, sehingga kedepan dapat diterapkan hukum positif bukan lagi hukum adat.

“Masukan-masukan pada rapat tadi kita akan tuangkan dalam perdasi dan perdasus tentang perang suku,agar diberlakukan hukum positif, tidak lagi hukum adat yang kita pakai,” bebernya.

Dikesempatan itu, John Tabo juga meminta agar para tokoh di Papua Pegunungan untuk tidak memberikan komentar di media sosial yang menurutnya dapat memprovokasi.

“Kita banyak belajar sabar, sabar untuk mengatasi dan menyelesaikan persoalan ini, jangan kita saling tuduh-menuduh. Proses hukum tetap jalan, siapa biang keroknya kita lihat nanti,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *