PAPUAInside.com, BIAK— Partai koalisi diharapkan segera merekomendasikan nama calon wakil bupati Biak Numfor untuk diusulkan ke DPRD Biak dan selanjutnya dilakukan pelantikan.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd karena sampai saat ini jabatan Wakil Bupati Biak Numfor masih kosong sepeninggal Almarhum Nehemia Wospakrik.
‘’Yang berhak merekomendasikan nama-nama calon wakil bupati adalah partai pengusung, peran Bupati adalah menerima nama yang diajukan oleh partai koalisi lalu memilih dua diantaranya dan dilanjutkan ke DPRD Biak Numfor untuk dipilih salah satunya,’’ tegas Herry Ario Naap yang familiar disapa dengan HAN menanggapi gonjang-ganjing soal informasi yang membuat pemilihan cawabup belum dilakukan, di Biak, Selasa (22/02/2021).
Bupati muda ini menegaskan, bahwa sama sekali tidak ada niatnya untuk menunda pemilihan calon wakil bupati, sampai saat ini nama-nama calon disertai rekomendasi partai pengusung belum ada.
“Kalau saya, maunya segera jabatan Wakil Bupati Biak Numfor ini terisi supaya ada yang membantu dalam menyelenggarakan pemerintahan. Tapi sekali lagi, ini wilayah partai politik pengusung saat itu, saya berharap kalau bisa parpol pengusung masing-masing Hanura, PDIP dan Golkar berembuk, segera tentukan nama-nama lalu saya ajukan ke DPRD Biak Numfor untuk dipilih,” imbuhnya.
HAN berharap pengurus parpol tingkat provinsi dari ketiga parpol pengusung Hanura, PDIP dan Golkar berembuk dan tentukan namanya. ‘’Kalau bisa perintahkan ke pengurus tingkat kabupaten menyetujui lalu memberikan rekomendasi nama-nama yang telah mendaftar, kalau ada nama disertai rekomendasi sampai ke saya, saya langsung dorong ke DPRD di pilih. Jadi bukan persoalannya di Bupati, sekarang masih ada di parpol koalisi,” lanjut menjelaskan.
Menurutnya, dari informasi yang didapatkan belum adanya nama diajukan oleh koalisi karena masih ada tarik ulur soal siapa yang akan diajukan. Untuk itu, Herry Naap mengembalikan partai politik yang bergabung dalam Koalisi Bulan Demokrasi Karya Hati Nurani (Golkar, PDIP, Hanura, PBB) melakukan koodinasi supaya menentukan siap-siapa yang akan diajukan.
Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa Golkar mengusulkan dua nama, lalu PDI Perjuangan juga mengusulkan nama, lalu Hanura juga mengusulkan calonnya juga, dari parpol itu juga ada mengusulkan calonnya lebih dari satu nama.
“Saya berharap supaya segera bangun komunikasi diantara parpol lalu tentukan nama-nama yang akan diserahkan ke saya, kalau bisa langsung dua nama supaya langsung di dorong ke DPRD Biak Numfor untuk dipilih,” pungkasnya.
Bupati HAN sudah berkonsultasi ke kementerian dalam Negeri dan sesuai petunjuk Kementerian dalam Negeri bahwa ketiga partai pengusung harus menandatangani rekomendasi untuk dua calon namun sampai saat ini tidak ada ada partai yg mau mengalah.
Bupati Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd dilantik menjadi Bupati Biak Numfor periode 2019-2024 pada 19 Maret 2019 oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, tanpa wakil bupati karena wakil bupati terpilih Nehemia Wospakrik, SE,MM.,B.Sc meninggal dunia sebelum pelantikan. ** (ist)














