Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) bersama United Nations Children’s Fund (UNICEF), Badan Gizi Nasional (BGN), Pemerintah Provinsi Papua, dan Yayasan Gapai Harapan Papua berkomitmen menjadikan Papua sebagai model nasional implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berbasis edukasi gizi dan sekolah sehat, sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi provinsi lain dalam menjalankan praktik terbaik MBG.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Implementasi Program MBG dan Edukasi Gizi di Satuan Pendidikan bagi Tim Pembina UKS (TP-UKS) tingkat kabupaten/kota di Hotel Suni Abepura, Jumat (24/10/2025).
Pelatihan diikuti TP-UKS dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Biak Numfor.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengelola dapur MBG dan sekolah penerima manfaat agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif, aman, dan merata di seluruh Papua.

Wagub Papua, Aryoko Rumaropen, membacakan sambutan Gubernur Papua pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Implementasi Program MBG dan Edukasi Gizi bagi Tim Pembina UKS Tingkat Kabupaten/Kota di Hotel Suni Abepura, Jumat (24/10/2025). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Merata dan Menjangkau Semua Wilayah
Wagub Papua, Aryoko Rumaropen, menyampaikan apresiasi kepada Kemdikdasmen, UNICEF, BGN dan Yayasan Gapai Harapan Papua atas kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan program MBG di Bumi Cenderawasih.
“Kami berharap pelatihan ini membuat pelayanan MBG semakin merata dan menjangkau semua wilayah. Persoalan seperti keterlambatan distribusi dan kasus keracunan di beberapa sekolah harus diantisipasi dengan peningkatan kapasitas dapur dan sekolah penerima manfaat,” ujar Wagub Aryoko.
Ia menambahkan, Papua diharapkan menjadi provinsi percontohan nasional dalam pelaksanaan MBG.
“Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menunjukkan hasil terbaik demi visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Wagub Papua, Aryoko Rumaropen, berpose bersama perwakilan Kemdikdasmen, UNICEF, BGN, Yayasan Gapai Harapan Papua, dan peserta di sela pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Implementasi Program MBG dan Edukasi Gizi bagi Tim Pembina UKS Tingkat Kabupaten/Kota di Hotel Suni Abepura, Jumat (24/10/2025). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Pola Makan Seimbang
Sementara itu, Nutrition Specialist UNICEF, Airin Roshita, menegaskan pentingnya MBG untuk meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar siswa.
“Kegiatan makan di sekolah terbukti meningkatkan kehadiran siswa, terutama di daerah rawan pangan. Namun, MBG tak hanya soal makan bersama, tapi juga sarana edukasi gizi agar siswa memahami pola makan seimbang,” jelas Airin.
Airin menjelaskan, program MBG memiliki dua komponen utama, yakni Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) dan sekolah penerima manfaat, yang keduanya memerlukan pelatihan agar implementasi sesuai dengan standar gizi dan protokol keamanan pangan.
Di Papua, terdapat 150 sekolah di Kota dan Kabupaten Jayapura yang menjadi pilot project MBG, dengan dukungan tujuh dapur SPPG (tiga di Kota Jayapura dan empat di Kabupaten Jayapura). Di Kabupaten Biak Numfor, terdapat lima dapur SPPG dan akan dikembangkan model dapur sekolah di Pulau Owi dan Oki.

Wagub Papua, Aryoko Rumaropen, didampingi perwakilan Kemdikdasmen, UNICEF, dan BGN saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Implementasi Program MBG dan Edukasi Gizi bagi Tim Pembina UKS Tingkat Kabupaten/Kota di Hotel Suni Abepura, Jumat (24/10/2025).(Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Mempercepat Implementasi MBG
Dari pihak kementerian, Ketua TP-6 Direktorat SMP/Ketua Tim Peserta Didik Ditjen PAUD Dikdasmen, Arianty Dano, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan memperkuat pendampingan teknis bagi daerah.
“Program MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo. Kami di Kementerian berupaya mempercepat implementasinya melalui empat langkah: memperkuat kerja sama dengan BGN, membangun dashboard MBG terintegrasi, melakukan pendampingan bagi daerah, serta memperluas sinergi lintas lembaga,” terangnya. **














