Pangdam XVII/Cenderawasih Perintahkan Investigasi Insiden Tertembaknya Pendeta Yeremia

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, ketika membuka FGD untuk menyikapi perkembangan tren terkini di Papua di Aula Tonny A Rompis Makodam XVII/Cenderawasih, Kota Jayapura, Selasa (22/09/2020). (Foto: Pendam XVII/Cenderawasih)

Oleh: Makawaru da Cunha  I                            

PAPUAInside, com, JAYAPURA—Menyikapi perkembangan penanganan insiden tertembaknya Pendeta Yeremia Zanambani, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab telah memerintahkan Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan dan Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih Kol Inf Ardian Triwasana, untuk melaksanakan investigasi di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya.

“Tim sudah berangkat sejak hari minggu langsung ke Distrik Hitadipa, kabupaten Intan Jaya untuk melaksanakan pendalaman dan investigasi terhadap insiden tertembaknya Pendeta Yeremia Zanambani,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria melalui siaran pers, Senin (22/09/2020).

Kapendam mengatkan, Pimpinan Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani yang tertembak di kampung Bomba, distrik Hitadipa, kabupaten Intan Jaya.

“Kita doakan bersama semoga Almarhum Pendeta Yermia Zanambani diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan semoga situasi di kabupaten Intan Jaya semakin kondusif, sehingga pembangunan dapat dilanjutkan,” tambah Kapendam.

Diketahui, Pendeta Yeremia Zanambani ditemukan meninggal dunia di kampung Bomba, distrik Hitadipta, kabupaten Intan Jaya, Minggu (20/09/2020) pukul 14.40 WIT.

Almarhum adalah salah-satu hamba Tuhan GKII, tokoh Gereja yang sangat dihormati dan juga seorang penerjemah Alkitab dari bahasa Indonesia ke bahasa Moni. (Pendam XVII/Cenderawasih)