Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Papua sepakat merebut kursi Gubernur, Bupati/Walikota dan Ketua Ketua DPR pada konstelasi Pemilu 2024 mendatang. Pasalnya, hal ini bertolak dari Pemilu 2019 lalu, partai besutan Surya Paloh ini adalah pemenang di Bumi Cenderawasih.
Inilah salah-satu dari 18 rekomendasi dalam Rakerwil DPW NasDem Papua 2022, untuk merancang strategi pemenangan pada Pemilu 2024 mendatang, yang dibacakan Wakil Ketua OKK DPW Partai NasDem Provinsi Papua, Herlin Beatrix Monim, di sela sela Rakerwil DPW Partai NasDem Papua 2022 di Suni Hotel & Convention Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (2/4/2022).
Berikut ini hasil 18 rekomendasi Rakerwil DPW Partai NasDem Papua untuk pemenangan Pemilu 2024.
Pertama, DPW menertibkan SK DPC yang telah diusulkan oleh DPD.
Kedua, DPW segera menindaklanjuti pengusulan perubahan struktur DPD ke DPP yang telah diusulkan.
Ketiga, DPP dan DPW membantu pembentukan struktur pada DPD yang terkendala, yakni kantor organisasi dan pengadaan logistik di DPC.
Keempat, DPP dan DPW membantu proses penertiban e-KTA pada DPD yang mengalami kesulitan jangkauan jaringan telekomunikasi.
Kelima, DPW menegaskan kepada setiap DPD yang memenangkan Pemilu dan memiliki kursi DPRD, untuk membantu menyediakan infrastruktur partai daerahnya.
Keenam, memberikan sanksi tegas kepada anggota Dewam dan pengurus DPD yang tak setia dan memenuhi kewajibannya.
Ketujuh, membuat surat auto debet.
Kedelapan, Bendahara DPD yang merekab kontribusi belum dibayarkan ke DPP dari awal pelantikan sampai bulan April dan dilaporkan ke DPW.
Kesembilan, DPW akan merekab laporan DPD dan digabungkan dengan DPW.
Kesepuluh, DPW akan membuat surat pernyataan pelunasan pembayaran kepada anggota Dewan dan memberi tenggang waktu dua bulan sampai lunas.
Kesebelasan, tahun 2024 merupakan tahun pemenangan bagi Partai NasDem.
Oleh sebab itu, strategi yang harus kami siapkan adalah secara internal kami membuat road map yang dimulai dari kursi DPR RI, DPR Papua dan DPRD Kabupaten/Kota, dan dengan melihat pada road map yang ada pada kami bersepakat bahwa kami harus merebut kursi Gubernur, Bupati/Walikota dan Ketua ketua DPR.
Keduabelas, menyiapkan semua proses yang akan berjalan dimulai dari rekrutmen calon, caleg melalui tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan memberikan proses penguatan dengan baik dan kuat memanfaatkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di DPW, DPP, DPC dan DPR.
Ketigabelas, penguatan basis-basis suara dimulai dari Provinsi sampai di Kampung-kampung dengan melakukan program dan kegiatan konkrit, yaitu bedah rumah, kredit usaha rakya, listrik, tenaga kerja, tenaga surya, BBM dan kegiatan yang dilakukan di kampung akan didanai dari dana kegiatan fraksi dan mengunakan pendekatan wilayah adat.
Keempatbelas, secara ekternal membangun perangkat penyelenggaraan Timsel, KPU, Panwas, PPD, PPS dan KPPS mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota dan distrik dengan menyalahkan SDM yang akan berada pada perangkat tersebut.
Kelimabelas, komunikasi yang terbangun antara DPP, DPW dan DPC dan DPRD harus berjalan lancar, sehingga akan membangun dan membentuk modal sosial atau investasi sosial. **














