Napak Tilas Menoken Kembali Mula “Baku Belajar” November 2020-2024

Menoken Kembali Mula “Baku Belajar” November 2020-2024, ketika Nyadran Gunung Silurah 2024 di Taman Budaya Silurah, Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, 30 November 2024. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, BATANG—Menoken Kembali Mula “Baku Belajar” November 2020-2024 adalah napak tilas menoken pertama pada November 2020 di sejumlah tempat di Garut, Banten, Batang, Magelang, Purworejo dan Yogyakarta.

“Kami ingin menelusuri kembali sejak pertama kali menoken di Batang,” ujar Nokeners Ambrosius Ruwindrijarto di sela-sela Nyadran Gunung Silurah 2024 di Taman Budaya Silurah, Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, 28-30 November 2024.  

Turut hadir Perwakilan Nokeners BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Nokeners Mitra BUMMA, Komunitas Menoken Mamta, Komunitas Menoken Saireri, Komunitas Menoken Mee Pago, Komunitas Menoken Domberai, dan Komunitas Menoken Animha serta sejumlah komunitas, yakni Batang Heritage, Pokdarwis Batang, Dewan Kesenian Daerah Batang, Perupa Se-Provinsi Jawa Tengah, Sanggar Tari, Teater dan Kebudayaan dari luar kota dan lain-lain.

Menoken Kembali Mula “Baku Belajar” November 2020-2024, ketika Nyadran Gunung Silurah 2024 di Taman Budaya Silurah, Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, 30 November 2024.  (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Saling Berbagi dan Mengisi Noken

Nokeners Yuniken Mayangsari yang akrab dipanggil Niken mengatakan kegiatan menoken terinspirasi dari filosofi noken atau tas khas masyarakat di Tanah Papua.

Menoken bersifat terbuka, informal, fleksibel, mengutamakan persahabatan, berkumpul, camping, memasak dan makan bersama, bertukar cerita dan pengetahuan, menyanyi dan menari dan menikmati seni budaya bersama-sama, menjalin semangat dan solidaritas.

Niken menjelaskan, kegiatan menoken yang terbuka untuk siapa pun ini, akan terbentuk solidaritas antara penoken atau nokener melalui sehingga terbangun dan meningkat semangat mengenai kepemimpinan dan pengelolaan organisasi/komunitas masing-masing, memperkaya wawasan, pengetahuan, dan ketrampilan semua Nokeners.

Dalam hal Nokener BUMMA Namblong yang dimiliki oleh Suku Namblong di wilayah budaya Mamta, saat ini BUMMA Namblong sedang bertumbuh menguat, dan akan semakin memahami potensi kemampuan untuk mengorganisir dan mengelola organisasi dan kegiatan-kegiatan organisasi, tanggungjawab unit usaha, kerja sama, koordinasi dan komunikasi, perencanaan, evaluasi dan juga saling bercerita atau menyampaikan perkembangan kegiatan usaha setiap unit, serta saling mendukung antar peserta hanya untuk kemajuan BUMMA Namblong.

Isi noken yang didapatkan selama kegiatan menoken ini akan berlanjut mengisi diri dan membagikannya kepada masyarakat Namblong lainnya dan juga Nokeners dimana pun, khususnya melalui partisipasi dalam mendukung kegiatan ekowisata berbudaya di Nyadran Gunung Silurah 2024.

Tim Komunitas Menoken, mengalungkan noken kepada Ketua Umum Nyadran Gunung Silurah 2024, Nasir, ketika Menoken Kembali Mula “Baku Belajar” November 2020-2024 di Taman Budaya Silurah, Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, 30 November 2024.  (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id),

Pertalian yang Erat

Steering Committee Nyadran Gunung Silurah 2024,Ketua Umum Nyadran Gunung Silurah 2024, Mja Nashir, mengatakan pihaknya menyampaikan terima kasih atas kehadiran saudara-saudara dari Komunitas Menoken, yang mayoritas dari Papua.

“Begitu mengembirakan dan sangat mengharukan bagi kami, karena pertalian yang sangat erat dan jiwa-jiwa kita semua sama disini ada wisata alam disini kita semua disatukan budaya. Kita ngobrol tentang Tanah Papua juga yang kita lakukan ritual bakar batu, makan bersama dan nyanyian,” tukas Nashir.

“Itu luar biasa bagi kami dan juga keterlibatan teman-teman begitu mengalir dan memberi suasana yang sangat Istimewa, terutama untuk even Nyadran Gunung Silurah 2024 ini,” tukas Nasir lagi. Mudahan-mudahan Tuhan mempertemukan kita semua dalam acara yang sama,” ungkap Nashir. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *