Musrenbang Otsus Papua Focus Pembangunan Distrik

Pemprov Papua menggelar Musrenbang Otsus tahun 2021 di Jayapura, Selasa (20/4/2021). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAInside.com, JAYAPURA—Pemerintah Provinsi (Pempov) Papua menggelar  Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Otsus tahun 2021 di Jayapura, Selasa (20/4/2021).

Sekda Papua Dance Yulian Flassy mengatakan Pemprov Papua dan DPR Papua ingin supaya ada perubahan style atau bentuk dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Jadi kami ingin ada dana-dana Otsus kita ini bisa bergulir sampai di tingkat distrik atau kecamatan, supaya distrik tumbuh. Kalau distrik tumbuh. Kalau desa kan  ada dana desa. Distrik ini kan tidak ada dana tuh.  Sehingga bagaimana dana Otsus kita bergulir, makanya kita perlu Perdasus atau regulasi,” jelasnya.

Karena itu, ujarnya, Pemprov Papua dan DPR Papua akan focus membahas  pembangunan di tingat distrik, tapi harus disinkronkan dengan kabupaten dan kota.

Sedangkan soal distribusi dana Otsus, tuturnya, pihaknya akan membahas bersama bupati, walikota, DPRD kabupaten/kota, DPR Papua.

Wakil Ketua III DPR Papua Yulius Rumbairussy mengatakan pihaknya menyambut baik usulan eksekutif, untuk mengubah performance dalam penyusunan RKPD, agar lebih melayani rakyat.

“Kita berharap semua program atau kegiatan yang disusun dalam Musrenbang  ini benar-benar berpihak kepada rakyat, terutama OAP di era pemerintahan Otsus,” katanya.

Kepala Bappeda Papua Yohanes Walilo mengatakan pihaknya membagun harmonisasi antara provinsi, kabupaten, kota dan juga pusat, seperti yang disampaikan Mendagri Tito Karnavian, terkait dengan sistem penganggaran dan lainnya.

“Anggaran harus berimbang, dalam hal ini pembagian porsinya itu kita melihat skala prioritas, mana yang kita dahulukan dan mana yang kita butuhkan untuk penganggaran, sehingga  semuanya  bisa  terpenuhi untuk percepatan pembangunan di Papua,” tukasnya.

Ia mengharapkan hasil Musrenbang  ini lebih diprioritaskan di lima wilayah adat di Papua. “Jadi kita petakan perencanaan kita ini sesuai  dengan wilayah adat dan juga potensi yang ada masing-masing,” pungkasnya.  **