PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL—15 Mahasiswa Universitas Okmin Papua (UOP) ikut lomba ide bisnis dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT)-22 Kabupaten Pegunungan Bintang di Gedung Serba Guna Soskat Oksibil, Kamis (03/04/2025). Lomba dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Ekonomi dan Kreatif, Aloysius Bawi,S.Sos.,M.Si,.
“Ini adalah rencana pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang menyelenggarakan sejumlah rangkaian kegiatan semarak perlombaan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi terutama kepada anak-anak pelajar dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Mendorong Sumber Daya Manusia OKMEKMIN ke program pendidikan sarjana S2 dalam rencana pembangunan 5 tahun kedepan,’’ terang Aloysius yang juga dosen di Universitas Okmin.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Ekonomi dan Kreatif, Aloysius Bawi,S.Sos.,M.Si,. (foto: Aquino Ningdana)
Kelompok yang menjadi pemenang lomba, lanjut Aloysius akan direkomendasikan melanjutkan studi S-2 di luar Papua.
Dikatakan, banyak peluang yang bisa dijadikan potensi bisnis di Kabupaten Pegunungan Bintang. Para mahasiswa yang ikut lomba diharapkan bisa menyampaikan gagasan-gagasan yang inovatif untuk mengembangkan potensi tersebut.

Tim juri lomba Ide Bisnis. {foto: Aquino Ningdana)
Dalam mendukung pembangunan di Negeri Okmin kita tidak harus menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi bagaimana kita berinovasi kreativitas dari usaha, ini peluang yang baik bagi mahasiswa menjadi seorang yang sukses adalah dengan ilmu-ilmu bisnis yang sedang di presentasekan, seperti bisnis pengembangan kopi lokal Pegubin, pemanfaatan pangan lokal, daur ulang sampah plastik menjadi bunga dan dapur mama, nah ini menjadi potensi pengembangan bisnis,” tutur dosen antropologi budaya tersebut.
Sementara itu Koordinator Lomba Peranus Taplo,SS, MM menjelaskan lomba ide bisnis kali ini hanya dibuka untuk kelompok mahasiswa, di tahun berikutnya baru lomba dibuka untuk umum termasuk pelaku UMKM.
‘’Sebenarnya kami di Pegunungan Bintang memang punya peluang yang banyak untuk mendorong ide bisnis dari anak-anak local, sehingga dari sejumlah ide tersebut peluang untuk kita dorong supaya tercipta pengusaha lokal yang berinovasi kreativitas mahasiswa,” tutur Peranus Taplo. ** (Aquino Ningdana)













