Menoken di Wilayah Budaya Animha: Aksi Tanam 655 Bibit Pohon Warnai Hari Bumi Sedunia 2025

Nokeners berpose bersama di sela-sela aksi penanaman pohon memperingati Hari Bumi Sedunia 2025 di Wilayah Budaya Animha di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Selasa (22/4/2025). (Foto: Menoken Animha)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, MERAUKE—Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia 2025 atau World Earth Day, yang jatuh pada 22 April, Komunitas Nokeners di wilayah budaya Animha menggelar aksi nyata peduli lingkungan melalui penanaman 655 bibit pohon di empat titik berbeda, yang tersebar di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

Aksi lingkungan ini merupakan bagian dari inisiatif Samdhana Institute melalui gerakan Menoken Membumi MemBUMMA, yang mengusung nilai kolaborasi lintas komunitas, LSM lokal, dan masyarakat adat dalam menjaga bumi melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal.

Nokeners menanam pohon di sela-sela menoken memperingati Hari Bumi Sedunia 2025 di Wilayah Budaya Animha di Dusun Yakyu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Rabu (16/4/2025). (Foto: Menoken Animha)

Titik Pertama di Suku Kanum, Dusun Yakyu

Dimulai lebih awal pada 16 April 2025, titik pertama aksi tanam pohon berlokasi di wilayah adat Suku Kanum, RT 03, Dusun Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

Sebanyak 20 bibit pohon terdiri dari 10 pinang lokal dan 10 gaharu ditanam oleh lima nokeners dari Papua Paradise Center, bersama 16 orang masyarakat adat Kanum, termasuk 7 anak-anak.

Penanaman dilakukan di halaman rumah warga dan Gereja Protestan Indonesia di Papua (GPI) Syalom Yakyu.

Selain itu, nokeners juga membagikan bibit sayuran (tomat, sawi, kangkung) sebagai bentuk perhatian terhadap krisis pangan bergizi, yang dialami masyarakat setempat akibat keterisolasian geografis.

Nokeners menanam pohon di sela-sela memperingati Hari Bumi Sedunia 2025 di Wilayah Budaya Animha di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Selasa (22/4/2025). (Foto: Menoken Animha)

Titik Kedua di Kampung Wasur, Merauke

Pusat kegiatan pada 22 April berlanjut di Kampung Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke wilayah ulayat masyarakat adat Marori Mengge.
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antar-LSM dan komunitas dengan semangat “connecting community”, melibatkan Pemerintah Kampung Wasur, Harmoni Alam Papuana, Papua Paradise Center, Sekolah Alam Paradise, Eco Defender, dan Kelompok Sokodu Mbur Sokodu Via.

Sebanyak 45 orang hadir, terdiri dari 30 orang dewasa dan 15 anak-anak. Mereka menanam 10 pohon gaharu, 15 pinang lokal, serta 200 bibit Eucalyptus dan melati rawa (Echinodorus Palifolius) di sepanjang Jalan Jalur 3.

Nokeners menanam pohon di sela-sela menoken memperingati Hari Bumi Sedunia 2025 di Wilayah Budaya Animha di Kampung Midian, Boven Digoel, Selasa (22/4/2025). (Foto: Menoken Animha)

Titik Ketiga di Kampung Midian, Boven Digoel

Di wilayah Kabupaten Boven Digoel, gerakan Menoken menggema di Jalan Trans Papua, Midian.
Sebanyak 40 bibit pohon ditanam, terdiri dari pucuk merah dan tabebuya (Handroanthus Chrysotrichus), oleh 10 anak-anak komunitas Ambonggo Peduli Lingkungan bersama 4 perwakilan dari Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Boven Digoel.
Koordinasi kegiatan ini dipimpin oleh Damasus Kakerok, penggerak muda lingkungan di wilayah tersebut.

Nokeners Marthen Ayub Luturmasse, menyerahkan bibit pohon kepada warga di sela-sela menoken memperingati Hari Bumi Sedunia 2025 di Wilayah Budaya Animha di Taman Kerahiman Laudato Si, Dusun Nohotif, Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Selasa (22/4/2025). (Foto: Menoken Animha)

Titik Keempat di Taman Kerahiman Laudato Si, Urumb

Puncak aksi Hari Bumi Sedunia 2025 di wilayah budaya Animha terjadi di Taman Kerahiman Laudato Si, Dusun Nohotif, Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.
Kegiatan ini dihadiri oleh inisiator gerakan lokal seperti Harmoni Alam Papuana, Papua Paradise Center, Eco Defender, serta perwakilan masyarakat adat Malind, Dewan Paroki, dan anak-anak dari Sekolah Alam Paradise.

Secara bergiliran, seluruh peserta menanam 15 pohon pinang lokal, 10 gaharu, 200 mangrove, 105 kasuari, dan 80 kelapa di sepanjang pinggiran Pantai Urumb menjadikan momen ini sebagai bentuk sinergi nyata antara manusia, budaya, dan alam.

Menoken: Gerakan Membumi dari Akar Budaya

Dalam siaran pers yang disampaikan pada Rabu (23/4/2025), Yune Angel Rumateray, salah satu Nokeners Animha, menegaskan bahwa gerakan Menoken tak hanya soal menanam pohon, tapi menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kembali ke akar budaya untuk merawat bumi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal bisa menjadi kekuatan dalam aksi penyelamatan lingkungan. Menoken adalah simbol dari hubungan harmonis manusia dengan alam,” ungkap Yune.

Dengan semangat “Menoken Membumi MemBUMMA”, wilayah budaya Animha, Yune menegaskan bahwa perubahan besar dimulai dari aksi kecil, kolaboratif, dan berakar dari nilai-nilai lokal.

Nokeners menyampaikan salam menoken di sela-sela aksi penanaman pohon memperingati Hari Bumi Sedunia 2025 di Dusun Yakyu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Rabu (16/4/2025). (Foto: Menoken Animha)

Filosofi Menoken: Merajut Tindakan, Menjaga Kehidupan

Tema besar kegiatan ini mengambil inspirasi dari filosofi Menoken, bagian dari program 3 M yang digagas oleh The Samdhana Institute. Program 3 M terdiri dari Menoken, Menanam, dan Mem-BUMMA, yang menjadi semangat gerakan kolektif berbasis nilai-nilai lokal Papua.

Menoken sendiri adalah sebuah konsep yang lahir dari tradisi noken atau tas anyaman khas Papua yang sarat makna.

Dalam konteks ini, Menoken berarti merajut solidaritas, membangun jejaring, dan menciptakan ruang kolaborasi antar-komunitas. Nilai-nilai seperti kasih kerahiman, kelenturan, keterbukaan, dan daya guna menjadi fondasi dalam gerakan ini.

The Samdhana Institute sebagai LSM, terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat adat dan komunitas lokal, terutama dalam isu-isu lingkungan hidup. Mereka percaya bahwa keberlanjutan lingkungan hanya dapat terwujud lewat peran aktif masyarakat sebagai penjaga alam. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *