Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAInside.id, SENTANI—Menoken Bukber di Hena Uwakhe Imea Community Learning Centre (CLC) di Jalan Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (15/3/2025) petang.
Menoken Bukber dilakukan di alam terbuka di pinggir Kali Hena, diiringi suara air yang mengalir jernih, menyentuh bebatuan membawa kesejukan, menciptakan suasana damai, dan menenangkan hati.
Turut hadir Nokeners Mamta, Nokeners Mitra BUMMA, Nokeners BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Nokeners Komunitas Noken Yogyakarta, Nokeners Bogor, Nokeners Komunitas Pemuda Yotoro, Nokeners Komunitas Tuli Jayapura, Nokeners EcoDefender, Nokeners Rumah Bakau Jayapura dan lain-lain.
Nokeners menyantap menu berupa pangan lokal, seperti umbi-umbian, sayur mayur, buah-buahan dan lain-lain, yang dihidangkan khusus oleh Pengelola Hena Uwakhe Imea CLC, Agustha Kopeuw.
Nokeners juga bersama menyanyikan lagu “Kitorang Menoken” melalui petikan gitar Ambrosius Ruwindrijarto.
Selain itu, Komunitas Tuli Jayapura memperkenalkan bahasa isyarat, terutama abjad kepada nokeners.
Ambrosius Ruwindrijarto, yang akrab dipanggil Ruwi menyampaikan terima kasih kepada nokeners, yang telah menyempatkan diri hadir dalam acara Menoken Bukber.
“Mari kita semua menikmati bukber, dan saling menyampaikan kabar masing-masing, karena Hena Uwakhe Imea CLC seperti rumah kita bersama,” tutur Ruwi.

Menoken Bukber di Hena Uwakhe Imea Community Learning Centre (CLC) di Jalan Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (15/3/2025) petang. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)
Menoken Pertama di Hena Tahun 2021
Nokeners Bogor Yuniken Mayangsari mengatakan, menoken bukber di Hena Uwakhe Imea CLC seakan mengingat kembali lokasi menoken pertama kali di Tanah Papua tahun 2021 lalu.
“Waktu itu Hena terdapat kedai kopi memanfaatkan mobil tua, untuk menjual kopi dan makanan lokal,” ucap Niken panggilan akrab Yuniken Mayangsari.
Niken pun mengajak nokeners, untuk bersama bergandeng tangan dalam kegiatan menoken sana-sini dan dimanapun.
Pengelola Hena Uwakhe Imea CLC, Agustha Kopeuw, yang menyiapkan makanan merasa bahagia, untuk pertama kali Nokeners bertemu di tahun 2025, khususnya di saat bulan suci Ramadhan.
“Kami sampaikan selamat kepada nokeners, yang menjalani ibadah puasa,” ucap Agustha.

Nokeners Yogyakarta Ambrosius Ruwindrijarto, Nokeners Bogor Yuniken Mayangsari, dan Nokeners Mamta Piter Roki Aloisius, menyanyikan lagi Kitorang Menoken, ketika Menoken Bukber di Hena Uwakhe Imea Community Learning Centre (CLC) di Jalan Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (15/3/2025) petang. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)
Menerima Siapapun yang Ingin Belajar
Agustha Kopeuw menjelaskan, Hena Uwakhe Imea CLC adalah pusat pembelajaran tentang pelbagai hal yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama lingkungan hidup.
Hena Uwakhe Imea CLC dilaunching Sekda Kabupaten Jayapura Hana Hikoyabi, 14 Juni 2023 lalu.
“Kami siap menerima siapapun, yang ingin belajar,” ucap Agustha.
Agustha menjelaskan, Hena Uwakhe Imea CLC selalma ini menggelar pelbagai kegiatan, untuk peningkatan kapasitas atau capacity building, menoken, penanaman pohon, reboisasi, penghijauan, pembersihan sampah, pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa lokal Sentani, pengolahan pupuk Negentropi, pembuatan mahkota Papua dan aneka pernak-pernik, rapat, pertemuan dan lain-lain.
Agustha menegaskan, pihaknya kini fokus menjaga, merawat dan melestarikan hutan di sekitar Bukit Hena.
“Kami juga melarang aksi pembakaran hutan, membuang sampah, yang merusak lingkungan,” ungkap Agustha.

Nokeners berpose bersama, usai Menoken Bukber di Hena Uwakhe Imea Community Learning Centre (CLC) di Jalan Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (15/3/2025) petang. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)
Filosofi Menoken
Menoken adalah bagian dari program 3 M The Samdhana Institute. 3 M merupakan kepanjangan dari Menoken, Menanam dan Mem-BUMMA.
Menoken diinisiasi The Samdhana Institute adalah suatu gerakan bersama, yang terinspirasi dari nilai-nilai atau filosofi tas noken di Tanah Papua, yakni merajut tindakan dan membangun wadah, untuk menyambungkan komunitas, produk, pengetahuan, dan solidaritas.
Dengan demikian, menoken terdapat nilai-nilai yaitu kasih kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dalam kelenturan, kedayagunaan, keterbukaan, memelihara kehidupan.
The Samdhana Institute adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang bergerak melakukan penguatan kapasitas bersama masyarakat adat dan komunitas lokal, khususnya terkait lingkungan hidup. **














