Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, YAHUKIMO—Gedung Kantor Klasis Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua Klasis Tangma, Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, Papua, diresmikan, Senin (19/12/2022).
Gedung Kantor Klasis Gereja KINGMI di Tanah Papua Klasis Tangma ini diresmikan oleh Ketua Sinode KINGMI di Tanah Papua, Pdt. Tilas Mom, STh, didampingi Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dan Kader KINGMI terbaik di Tanah Papua Bupati Puncak Willem Wandik.
Peresmian Gedung Kantor Klasis Gereja KINGMI di Tanah Papua Klasis Tangma ini adalah hasil dan bukti dari pekabaran injil KINGMI di Tanah Papua yang disampaikan Misionaris Myson dan Marj Bromly tanggal 12 Mei 1961 di wilayah Tangma, akhirnya berdiri salah satu gedung megah dua lantai, sebagai aset Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua yaitu Kantor Klasis KINGMI di Tangma, Kabupaten Yahukimo, Perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Jayawijaya.
Untuk diketahui, gedung ini dibilang mewah untuk ukuran daerah Pegunungan Tengah, apalagi ornamen fisik luarnya seperti bangunan-bangunan di Eropa.
Upacara peresmian tersebut diawali ibadah singkat, serta diakhiri dengan upacara tradisional setempat bakar batu, dengan mengorbankan 200 ekor wam (babi), untuk di santap bersama, wam dan makanan tradisional, sumbangan dari 13 warga jemaat, dan gereja GKI di Tanah Papua maupun gereja Katolik, semua menyantapnya dengan sukacita, karena pada ibadah peresmian ini juga dilaksanan acara natal bersama.
“Saya bangga, karena lewat tangan-tangan dari kader KINGMI di Tanah Papua, hasil pekabaran injil Gereja Kingmi di tanah Papua, akhirnya aset dari gereja KINGMI bisa dibangun, sinode hanya bisa membuat program. Tapi anak-anak Tuhan, kader gerejalah yang bisa membantu kita memuluskan program kita, dan hasilnya adalah kantor klasis Tangma bisa ada saat ini dan kita bisa resmikan,” ungkap Ketua Sinode KINGMI di Tanah Papua, Pdt. Tilas Mom, saat peresmian.
Ia berharap dengan bangunan kantor klasis KINGMI Tangma yang baru ini bisa dimanfaatkan para pendeta yang bernaung sebagai pengurus Klasis Tangma, dan unsur kaum perkawan, pemuda, untuk bisa meningkatkan pelayanan khusus gereja KINGMI di Tanah Papua, lebih khusus di 13 jemaat yang bernaung dibawah Klasis KINGMI Tangma.
Sementara itu, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, juga berharap, agar jemaat yang bernaung dibawah klasis KINGMI Tangma, untuk mengucap syukur atas berdirinya kantor KINGMI Tangma, terutama untuk merancang program-program yang benar-benar meningkatkan pelayanan rohani dari umat yang bernaung dibawah gereja KINGMI di Tanah Papua, sebab menurutnya hasil benih dari pekabaran inilah, maka lahir anak-anak gereja, melalui kader KINGMI di Tanah Papua Bupati Puncak Willem Wandik, maka sudah dibangun kantor Klasis yang megah ini.
“Ini bukan kebetulan, tapi wujud dari peradaban dari benih injil di Tanah Papua. Injil itu kekuatan Allah, yang melepaskan kita dari Hitigima sampai ke Tangma, Soba dan, saya bangga mengucapkan rasa hormat gereja KINGMI, inilah yang bisa melayani daerah yang sulit, baru pemerintah masuk, sehingga kami harus bergendangan membangun daerah ini sebagai bukti iman kita,” ujarnya.
Selanjutnya Bupati Yahukimo, dalam kesempatan tersebut, mendorong agar gereja, bersama dengan pemerintah, kepala kampung, adat, untuk bersama-sama membangun pendidikan, sebagai aset masa depan generasi Tangma di kemudian hari adalah lewat pendidikan, gereja harus mendorong anak-anak usia dini, untuk lebih giat dalam menempuh pendidikan, karena dirinya sejak memimpin Kabupaten Yahukimo, akan lebih lebih fokus untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM), bahkan sekolah unggulan satu atap lama sekolah 9 tahun, juga sudah hadir di Distrik Tangma, dengan guru-guru yang sudah memiliki iman Kristen.
“Doa sulung orang Papua dari Pdt. Isak Semuel Kijne, di Bukit Atumeri 25 Oktobe 1925, dimana bangsa ini akan bangkit untuk memimpin dirinya sendiri, untuk itu, saya mendorong anak-anak Tangma harus sekolah, sehingga ke depan generasi emas akan lahir dari Tangma, dan bisa membangun gereja ini, sebagai tongkat estafet, dan membangun masa depannya, yang lebih unggul,” ungkapnya.
Sementara itu, kader terbaik KINGMI di Tanah Papua, Bupati Puncak Willem Wandik, menyampaikan pembangunan kantor klasis gereja KINGMI Tangma yang megah ini merupakan hasil karya dari Sinode KINGMI di Tanah Papua, sehingga warga jemaat jangan melihat dirinya sebagai pribadi yang membangun kantor ini. Tapi kantor ini hadir, karena doa para pendeta, doa warga di 13 jemaat, yang sudah memulai, sehingga kantor ini bisa ada.
“Ini Sinode KINGMI di Tanah Papua yang bangun, saya hanya sebagai alat saja, yang dipakai Tuhan, benih dari injil itu yang kini sudah ada, kami akan memegang tongkat estafet pekabaran injil. Saya bangga dengan misionaris Myson dan Marj Bromly 1961, mereka bisa meletakan dasar gereja KINGMI disini, mereka orang hebat, sehingga kami generasi saat ini harus pegang baik-baik gereja ini,” tuturnya.
Selanjutnya, sebagai kader gereja KINGMI di Tanah Papua, Willem Wandik berharap agar gereja KINGMI secara umum harus mulai berpikir untuk membangun SDM di bidang Theologia, karena saat ini anak-anak yang masuk di sekolah Theologia milik Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua mulai berkurang.
“Kita bangun fisik gereja, bangun kantor klasis, yang megah, tapi kalau tidak ada SDM Theologia yang mengelola kantor ini, itu tidak bagus, untuk itu, mulai saat ini, semua umat KINGMI di Tanah Papua, sudah harus berpikir untuk kaderkan anak-anak kita, untuk masuk disekolahkan di sekolah Theologia Gereja KINGMI, sehingga injil ini terus dijaga, karena anak-anak itu akan menjadi orang besar ke depan, yang akan balik melihat gerejanya,” ajaknya.
Ketua Klasis KINGMI Tangma Pdt. Yusuf Hesegem, STh, mengatakan pergumulan dari 13 jemaat yang bernamung dibawah klasis Tangma merindukan adanya kantor klasis, sehingga sejak mereka ditunjuk sebagai pengurus klasis Tangma sejak 2015 lalu, maka ada tiga program utama, yaitu membangun kantor klasis dua lantai, dan tugu injil serta penerjemahan Alkitab bahasa ibu setempat, dan hasil dari doa-doa warga jemaat, akhirnya Tuhan mengirim kader KINGMI di Tanah Papua, Bapak Bupati Puncak Willem Wandik untuk datang meletakan batu pertama di Tangma 17 Desember 2018 lalu.
“Setelah itu kami tunggu, hampir tiga tahun, akhirnya Bupati kasih turun dia punya tukang, mereka datang dan kerjakan gedung ini, dua lantai, dan akhirnya selesai tahun 2022, dan kami bisa resmikan saat ini. Kami sampaikan terimah kasih kepada Tuhan, Sinode dan kader KINGMI di Tanah Papua Bapak Willem Wandik,” tuturnya.
“Kami juga sudah bangun tugu pekabaran injil, dan ke depan kami akan fokus juga untuk penterjemahan Alkitab dalam bahasa asli, supaya masyarakat bisa tahu isi dari injil itu, dan benih injil itu akan terus berada di tempat ini,” tambahnya. (Humas Pemda Puncak)














