Mediasi dengan TPNPB-OPM Agenda Penting

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, didampingi Staf, saat pertemuan di Jayapura. (Foto: Dok/ANTARA/Evarukdijati)

Oleh: Makawaru da Cunha  I                                 

PAPUAInside, com, JAYAPURA—Mediasi dengan pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) merupakan agenda penting, untuk menentukan langkah-langkah mensikapi masalah keamanan di Kabupaten Intan Jaya.

Mediasi tersebut sejatinya dilakukan pihak gereja atau lembaga  yang dianggap independen.

Demikian disampaikan Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, saat dikonfirmasi usai pertemuan Pemda Intan Jaya dan pimpinan TNI/Polri di kediaman Bupati Intan Jaya, Rabu (23/09/2020).

Turut hadir  Wakapolda Papua Brigjen Pol Matius D Fakhiri, Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare, SIK, Wabup Intan Jaya Yan Kobogoyau, Danrem 173 PVB Brigjen Iwan Setiawan, Dandim 1705/Paniai Letkol Inf Benny Wahyudi dan anggota DPRD Intan Jaya.

Bupati Natalis menuturkan, mediasi antara pihak TNI/Polri merupakan agenda penting, untuk mencairkan kebekuan yang terjadi selama ini antara kedua pihak.

“Kami memang ingin bentuk tim mediasi, tapi kami kwatir jangan sampai pihak TNI/Polri atau pemerintah atau lembaga lain curiga seakan-akan kami mendukung TPNPB-OPM,” tuturnya.

Menurutnya, pihaknya mendukung penyidik Polda Papua menggelar Olah TKP, untuk menyelidiki  penyebab meninggalnya Wakil Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Klasis Hitadipa, Intan Jaya, Pendeta Yerimia Zanambani.

Olah TKP tersebut akan berlangsung di Kampung Bomba, Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya, Jumat (25/9/2020).

Bupati menambahkan, pihaknya menyelenggarakan pemerintah dan melayani masyarakat. Namun  jika ada pihak mengklaim akan melakukan  perang terbuka, maka itu bukan tugas pemerintah sipil.

“Tapi kami siap memback-up  kehadiran TNI/Polri, untuk menjaga keamanan di wilayah Intan Jaya,” pungkasnya.  **