Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, KAMPUNG WEREAVER—Suku Kanum di wilayah perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Papua Nugini (PNG) berhasil menyepakati pembentukan Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA), Sabtu 6 September 2025 di Kampung Wereaver, District Morehead, Western Province, Papua Nugini telah selesai berlangsung kegiatan Menoken Suku Kanum di Wilayah PNG.

Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Namblong, Bernard Demotekay, mengalungkan noken kepada Kepala Suku Kanum, Jeremias Ndimar, usai pembentukan BUMMA di Perbatasan Indonesia–Papua Nugini. (Foto: Dok/Mitra BUMMA)
Rangkaian berbagai diskusi dan musyawarah pada menoken ini dihadiri oleh:
- Warga masyarakat laki-laki dan perempuan dari Kampung Wereaver, Distrik Morehead, Papua Nugini
- Warga masyarakat laki-laki dan perempuan dari Kampung Weam, Distrik Morehead, Papua Nugini
- Warga masyarakat laki-laki dan perempuan dari Kampung Kandarisa, Distrik Morehead, Papua Nugini
- Warga masyarakat laki-laki dan perempuan dari Kampung Menggethe, Distrik Morehead, Papua Nugini
- Warga masyarakat laki-laki dan perempuan dari Kampung Indorodoro, Distrik Morehead, Papua Nugini
- Warga masyarakat laki-laki dan perempuan dari Kampung Korombo 1, Distrik Morehead, Papua Nugini
- Warga masyarakat laki-laki dan perempuan dari Kampung Korombo 2, Distrik Morehead, Papua Nugini
- Warga masyarakat laki-laki dan perempuan dari Kampung Torwaya, Distrik Morehead, Papua Nugini
- Warga masyarakat laki-laki dan perempuan dari Kampung Balamuk, Distrik Morehead, Papua Nugini
- Ketua Adat dan Kepala Kampung Onggaya, Distrik Naukenjerai, Indonesia
- Wakil Ketua Adat Kampung Tomer, Distrik Naukenjerai, Indonesia
- Sekretaris Adat Kampung Tomerau, Distrik Naukenjerai, Indonesia
- Kepala Dusun, Polisi Adat, dan Tokoh Agama di Kampung Korkari, Distrik Naukenjerai, Indonesia
- Ketua Adat Kampung Yakyu, Distrik Sota, Indonesia
- Ketua Adat dan Ketua Marga Ndiken Kampung Sota, Distrik Sota, Indonesia
- Warga Masyarakat Adat Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Indonesia
- Kepala Imigrasi Pos Sota, Indonesia
- Penasehat Ketua Adat Suku Kanum
- Para perempuan, anak muda, dan anak-anak dari berbagai kampung Suku Kanum yang berada di wilayah Indonesia dan Papua Nugini.
- Ketua Dewan Adat Suku Namblong, Jayapura, Indonesia
- Tim dari Papua Paradise Center, Merauke, Indonesia
- Tim dari Komunitas Menoken Anim Ha
- Tim dari Yayasan Menoken Membumi Membumma
- Tim dari Yayasan Mitra BUMMA
- Komunitas Menoken Mamta

Kepala Suku Kanum, Jeremias Ndimar, mengalungkan noken kepada Tim Pemetaan-Advokasi dan Ekonomi, usai pembentukan BUMMA di Perbatasan Indonesia–Papua Nugini. (Foto: Dok/Mitra BUMMA)
Rangkaian berbagai diskusi dan musyawarah pada menoken ini menghasilkan kesimpulan, kesepakatan dan rencana tindak lanjut sebagai berikut:
- Pemahaman dan kesepakatan tentang pentingnya menoken dan bahwa landasan seluruh upaya yang dilakukan oleh Suku Kanum adalah persatuan-kesatuan, terorganisir sebagai satu suku, kebersamaan, kelenturan, keterbukaan, dan merawat kehidupan, yaitu nilai-nilai yang ada di dalam menoken.
- Semua pihak menyepakati bahwa Suku Kanum adalah satu meskipun Wilayah Adat dan warganya tinggal di dua negara yang berbeda, yaitu Indonesia dan Papua Nugini.
- Semua pihak menyatakan semangat bersama untuk mengorganisir diri menuju kebangkitan sebagai Masyarakat Adat Suku Kanum, termasuk dalam hal pembenahan struktur adat di tingkat marga dan di tingkat kampung, dan di tingkat suku.
- Semua pihak menyepakati bahwa kampung-kampung yang ada di Suku Kanum adalah sebagai berikut: Kampung Sota (Indonesia), Kampung Yanggandur (Indonesia), Kampung Rawa Biru (Indonesia), Kampung Onggaya (Indonesia), Kampung Tomer (Indonesia), Kampung Tomerau (Indonesia), Kampung Yakyu (Indonesia), Kampung Korkari (Indonesia), Kampung Makat (Papua Nugini), Kampung Meru (Papua Nugini), Kampung Ndakona (Papua Nugini), Kampung Wereaver (Papua Nugini), Kampung Weam (Papua Nugini), Kampung Kandarisa (Papua Nugini), Kampung Mermer (Papua Nugini), Kampung Indorodoro (Papua Nugini), Kampung Tokwa (Papua Nugini), Kampung Wamenever (Papua Nugini), Kampung Menggete (Papua Nugini), Kampung Korombo 1 (Papua Nugini), Kampung Korombo 2 (Papua Nugini), Kampung Korwaya (Papua Nugini), Kampung Wando (Papua Nugini), Kampung Balamuk (Papua Nugini), Kampung Bondobol (Papua Nugini), Kampung Bula (Papua Nugini).
- Semua pihak menyepakati bahwa seluruh Suku Kanum berada dalam kepemimpinan Kepala Suku Kanum yang saat ini adalah Jeremias Ndimar.
- Semua pihak menyepakati pembentukan Badan Usaha Milik Masyarakat Adat Suku Kanum, dalam hal ini Kepala Suku Kanum dan seluruh Ketua Adat di Suku Kanum bertindak sebagai inisiator pembentukan BUMMA.
- Semua pihak menyepakati dan menetapkan langkah tindak lanjut berupa pembentukan Tim Pemetaan-Advokasi-Ekonomi. Tim ini bertugas untuk:
- Melakukan dan menyelesaikan pemetaan Wilayah Adat Suku Kanum, baik yang berada di wilayah negara Indonesia maupun di wilayah negara Papua Nugini, menyusun profil Suku Kanum, dan melengkapi berbagai persyaratan untuk upaya pengakuan dan penetapan keberadaan Suku Kanum oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Papua Nugini.
- Melakukan kegiatan-kegiatan persiapan pembentukan BUMMA Suku Kanum, termasuk dalam hal pendataan potensi ekonomi dan pengembangan rencana usaha, dan penyiapann berbagai dokumen dan legalitas BUMMA Suku Kanum.
- Tim Pemetaan-Advokasi-Ekonomi yang telah dipilih dan disepakati ini terdiri dari:
- Silvester Mikei Sanggra
- David Ndiken
- Engel Ndiken
- Benja Ndimar
- Salmon Bush Gebze
- Keneddy Komeu Mbanggu
- Nigel Ndiken
- Paitau Ndiken
- Aikumi Mbanggu
- Atus Mbanggu
- Tim Pemetaan-Advokasi dan Tim Ekonomi melapor dan bertanggung-jawab kepada Kepala Suku Kanum dan seluruh Ketua Adat di Suku Kanum.
- Tim Pemetaan-Advokasi dan Tim Ekonomi harus menyelesaikan tugasnya paling lambat pada tanggal 6 Maret 2026.
- Masyarakat Adat Suku Kanum dalam kepemimpinan Kepala Suku dan para Ketua Adat bertanggung jawab menyediakan dukungan sosial-politik dan keamanan, logistik, pembiayaan dan lain-lain hal untuk kelancarakan dan kesuksesan Tim Pemetaan-Advokasi dan Tim Ekonomi.

Staf Papua Paradise Center (PPC), Yune Angel Anggelia Rumateray, mengalungkan noken kepada para kaum wanita, usai pembentukan BUMMA di Perbatasan Indonesia–Papua Nugini. (Foto: Dok/Mitra BUMMA)
Demikian berita acara ini disusun untuk menjadi pedoman kerja bersama dan digunakan sebagaimana mestinya.
Wereaver, Morehead, Western Province, Papua Nugini
6 September 2025
Silas Ndiken Charles Ndiken
Tokoh Adat Suku Kanum di Papua Nugini Tokoh Adat Suku Kanum di Indonesia
Kepala Suku Kanum
Jeremias Ndimar














