Oleh : Faisal Narwawan|
PAPUAinside.com,JAYAPURA – Sebanyak 22 los dan kios pedagang barang elektronik, sepatu sandal dan pakaian di Pasar Youtefa lama hangus terbakar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 5.35 WIT, Rabu (14/4/2021) pagi.
Petugas kebakaran Kota Jayapura langsung melakukan pemadaman begitu tiba di TKP.
Kabid Pemadam Kebakaran Kota Jayapura Margareta Veronita Kirana, S.Sos.MH \mengatakan, pihaknya menurunkan 5 armada pemadam kebakaran dengan dibantu 1 unit Water Canon.
“Ada 4 armada penyemprot dan 1 penyuplai dikerahkan Pemadam Kota Jayapura yang dibantu 1 unit Water Canon,” ungkap Margareta di lokasi kebakaran, Rabu (14/4).

Dari data yang ada, ia menyebutkan api membakar los B di pasar tersebut.
“Dari los B 401 sampai B 407 muka belakang habis terbakar. Saat ini kita lakukan pembasahan karena banyak karet dari sepatu dan sandal yang masih berasap,” ujarnya lagi.
Sementara, Wakil Walikota Jayapura Ir. H.Rustan Saru yang tiba di TKP beberapa jam kemudian mengatakan, pihaknya bergerak cepat untuk mendata korban.
Data yang diminta kepada pedagang yang menjadi korban selain nama juga surat pemilikam kios atau los yang terbakar.
“Kita pemerintah kota merasa prihatin atas musibah ini kembali terjadi, padahal baru dua minggu terbakar di area Pasar Youtefa lama ini,” ujar Rustan Saru usai meninjau musibah kebakaran tersebut.
Pemkot Jayapura juga disampaikannya meminta kepolisian untuk menyelidiki penyebab pasar tersebut terus alami kebakaran.
Informasi dari korban saksi yang melapor kepada pihaknya menyebutkan sumber api berasal dari lantai atau dasar salah satu kios.
“Kami minta kepolisian menyelidiki hal ini,” ungkapnya lagi.
Ia pun menyebutkan pemerintah Kota Jayapura melakukan upaya sosialisasi kepada pedagang agar berhati-hati saat menutup los atau kiosnya.
“Dalam waktu dua tiga hari, kita bersihkan puing-puing agar mereka bisa kembali berjualan. Kami minta tetap bersabar, hati-hati kalau ada kulkas atau lainnya yang dicok tolong dikontrol,” jelasnya lagi.
Pemkot Jayapura juga akan memberikan keringan distribusi kepada pedagang yang menjadi korban kebakaran tersebut.
“Kami minta kepada Perindagkop dan juga kepala pasar untuk tidak menagih atau menunda tagihan distribusi para korban ini. Mengenai bantuan pembangunan memang belum ada namun kami sudah sampaikan bahwa mereka akan swadaya,” ucapnya.
Di lokasi yang sama, Rukim salah satu pedagang sepatu sandal yang losnya terbakar mengharapkan musibah tersebut tidak terulang. Ia mengaku sudah tiga kali losnya ikut terbakar.
“Saya tiba api sudah masuk, sudah setengah, ya kami tabah saja mau bagaimana lagi,” ujarnya.
Terkait musibah ini, Kepolisian setempat belum mengeluarkan keterangan resmi. **














