PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL— Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin) Spei Yan Bidana, ST,M.Si kembali menyumbang 130 buku ilmiah dari berbagai tema untuk mendukung iklim akademik dan pengingkatan literasi di Univeristas Okmin Papua (UOP).
Penyerahaan buku berlangsung di Kampus Okmin, Oksibil Pegubin dan diterima Rektor UOP Pastor Dr. Yohanes Kore, S.Ag,MA,OFM disaksikan sejumlah dosen para mahasiswa dan juga Perwira Penghubung 1715 Pegunungan Bintang Mayor Infanteri Supriyadi, Senin, 23 Juni 2025 di Kampus Okmin, Jalan Iwur Kalomdol, Pegubin.
“Buku-buku ini ada yang berbahasa Inggris, Belanda, Matematika, Antropologi, Fisika, Agrotek, Biologi, dan juga ada yang tentang tumbuh-tumbuhan. Hari ini saya serahkan 130 buku, beberapa pekan sebelumnya 56 buku. Jadi sudah ada 200-an buku yang saya serahkan supaya mahasiswa dan dosen rajin membaca dan menulis,” kata Bupati Spei Bidana yang adalah pendiri Universitas Okmin Papua.
Menurut Spei, sumbangan buku ini semata-mata dalam rangka mendukung iklim pendidikan, terutama dunia literasi di kampus tersebut. Ia berharap, para mahasiswa dan dosen bisa mulai giat membudayakan membaca dan menulis ilmiah.
“Ini untuk mendukung visi Universitas Okmin Papua pada 2050 Go International berbasis riset dan saya minta kampus ini harus mulai mengajarkan metode penulisan dari semester dua supaya semua bisa menulis. Karena riset itu butuh metode menulis yang bagus,” tuturnya.
Politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan beberap tokoh nasional yang cerdas karena kutu buku alias rajin membaca. Sebut saja mantan presiden RI alm. Gus Dur, Rocky Gerung dan Menteri HAM Natalis Pigai.
“Hanya dengan membaca buku orang menjadi cerdas Jadi saya minta mahasiswa dan dosen, stop main Medsos terlalu lama. Medsos tidak beri pengetahuan yang lengkap, hanya lewat buku pengetahuan manusai bertambah,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Spei Bidana juga sedang membangun sebuah perpustakaan daerah milik Pemda Pegubin dan perpustakaan pribadi guna meningkatkan semangat literasi di Bumi Okmin. Sebab perpustakaan adalah laboratorium peradaban paling penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Supaya ke depan, anak-anak sekolah dan mahasiswa setiap weekend, Jumat, Sabtu, Minggu itu bisa berkunjung ke perpustakaan untuk dapatkan pengetahun lewat membaca,” bilang Spei Bidana. **














