Kunjungi SATP Milik YPMAK, Bupati Puncak Jajaki Sekolah Berpola Asrama

Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik SE, M.Si bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Puncak dan rombongan, saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Asrama Taruna Papua (SD dan SMP ) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme dan Kamoro (YPMAK ) yang dikelola oYayasan Pendidikan Lokon (YP ) Perwakilan Timika, di Timika, Provinsi Papua Tengah, Senin (17/07/2023). (foto: Diskominfo Puncak)

PAPUAInside.id,TIMIKA— Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik SE, M.Si bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Puncak dan rombongan melakukan studi banding ke Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme dan Kamoro (YPMAK) yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) perwakilan Timika di Timika, Senin (17/07/2023).

Kedatangan bupati dan rombongan diterima Kepala Sekolah SATP (Sekolah Asrama Taruna Papua) Johana Tnunay dan Direktur Yayasan Pemberdayaan masyarakat Amungme Komoro (YPMAK) Vebian Magal.

Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) dibiayai dari dana satu persen PT Freeport Indonesia yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) melalui mitranya, Yayasan Lokon, Berdiri di tanah seluas 9 hektar lebih, dengan fasilitas berkelas internasional, Sekolah ini menggunakan Bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar.

Sekolah inijuga dilengkapi laboratorium: Bahasa Inggris, computer, biologi, perpustakaan dan ruang studio, ruang kesenian dan lapangan olahraga, taman ruang klinik. Anak-anak juga diberi makan lima kali sehari yang dimasak di dapur sekolah.

Kepala Sekolah SATP Johana Tnunay mengatakan dalam implementasi kurikulum nasional yang diajarkan di sekolah dasar dan SMP, juga dikembangkan kurikulum dengan memperhatikan nilai- nilai  kearifan lokal di Papua yang berbasis kehidupan.

Untuk pengembangan kurikulum berbasis kearifan local, para guru melakukan studi banding ke Bali, Malang agar bisa diterapkan untuk bisa memahami suasana karakteristik Papua tetap dipertahankan.

‘’Fasilitas pembelajaran disini, menggunakan sistem tehnologi saat ini, karena sekolah ingin mengejar kemajuan bukan ketertinggalan,’’ tuturnya.

“Tentunya dengan cara penjajakan, anak dari SD, SMP sudah gunakan computer, sehingga saat dijenjang yang lebih tinggi mereka tidak kaget dengan teknologi meski kami tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal Papua,” tambahnya.

“Guru-guru ada dari Flipina, bahkan ada guru dari Amerika juga bisa mengajar, menggunakan fasilitas teknologi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan tujuan studi banding ke sekolah berpola asrama ini, sebagai bagian dari rencana ke depan, soal masa depan anak-anak usia sekolah di Kabupaten Puncak, pasalnya kondisi keamananan  kurang kondusif, menyebabkan pendidikan tidak berjalan dengan secara optimal, tentunya berpengaruh terhadap generasi masa depan.

Dengan memperhatikan situasi dan kondisi saat ini, Bupati Wandik mencoba berpikir soal pendidikan berpola asrama di daerah yang aman di luar Puncak, untuk maksud tersebut, maka dilakukan kunjungan ke Sekolah Asrama Taruna Papua milik YPMAK.

“Kami akan jajaki kerja sama dengan YPMAK dan sekolah ini, apakah kita titip anak-anak disini, ataukah kita bangun sekolah berpola asrama, namun tidak dalam jumlah besar, sehingga pendidikan di Puncak tidak putus, anak-anak tetap belajar,” ujarnya.

“Saya tak bisa bicara lagi, karena pengelolaan sekolah ini luar biasa, ada masa depan disini, sangat luar biasa sekali sekolah ini,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur YPMAK Vebian Magal mengatakan untuk membangun generasi emas Papua, maka salah satu cara adalah melalui sistem pendidikan berpola asrama, dan hal itu bisa berjalan dengan baik, ketika ada komitmen bersama antara masyarakat, pemerintah dan swasta.

“Di SATP ini kita terima semua suku, 2 suku Amungme dan Komoro dan 5 suku lainnya, baik Dani, Damal, Mee, semua bisa sekolah disini, dengan harapan menciptakan kedamaian untuk orang Papua. Jika mereka di luar ada perang, maka di sini tidak ada masalah, anak-anak kita didik diasramakan. Semangat kekeluargaan itu sudah terbangun sejak dini,” ungkapnya.

“Tidak ada cara lain untuk merubah Papua, hanya lewat pendidikan, dengan pengetahuan yang tinggi, mereka akan menciptakan kedamaian, mereka akan berpikir lebih maju dari pada kita saat ini, karena mereka didik sejak usia dini,” tambahnya.

“Kunjungan hari ini, ada makna yang mendalam untuk perubahan Puncak dalam aspek pendidikan bagi anak-anak asli Papua meraih cita-citanya, sangat bermanfaat demi kemajuan daerah kalau Pemerintah Kabupaten Puncak berniat menjalin kerjasama, kami tentu siap mendukung. Karena lewat pendidikan bisa merubah dunia dan cara berpikir,” kata Vebian Magal. ** (Diskominfo Puncak)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *