KSP: Peparnas Ajang Penguatan Hak Berolahraga Bagi Penyandang Disabilitas

Ketua Harian PB Peparnas XVI Doren Wakerwa. (foto: istimewa)

PAPUAInside.com, JAYAPURA— Panitia Peparnas kembali melakukan audiensi ke Kantor Staf Presiden (KSP) memaparkan kesiapan mereka serta membahas beberapa isu strategis.

Rapat ini merupakan lanjutan audiensi minggu lalu namun kali ini dipimpin langsung oleh Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani.

Deputi V KSP menyampaikan, sebagaimana diatur oleh Undang-Undang, para penyandang disabilitas memiliki hak untuk berolahraga, lebih dari sekedar ajang olahraga Peparnas merupakan ajang penguatan pemenuhan hak tersebut.

Sebelumnya di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, pengesahan UU 08/2016 tentang Penyandang Disabilitas sebagai pengganti UU 04/1997 menandai era baru perubahan paradigma negara terhadap penyandang disabilitas dari paradigma charity based (belas kasihan) menjadi paradigma human rights based (paradigma hak asasi manusia).

Audiensi berlangsung di Jakarta Rabu (19/05/2021) bertujuan untuk koordinasi antar lembaga dan kementerian serta memberikan update mengenai pekerjaan yang telah dilakukan. Pembahasan meliput hal-hal teknis acara, seperti: transportasi, detail peserta, struktur panitia besar, data pertandingan, linimasa acara, anggaran, lokasi-lokasi pertandingan, dan rundown acara.

“ini pertama kalinya peparnas dipisahkan dengan PON dan karena itu dibutuhkan semangat baru dalam pelaksanaanya,’’ ujar Ketua Harian PB Peparnas XVI Doren Wakerwa dalam audience tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum PB Peparnas XVI Rivo Manansang menyampaikan bahwa visi Peparnas adalah terlaksananya penyelenggaraan pekan Paralimpik Nasional XVI untuk mendukung terwujudnya Papua Bangkit, Mandiri, Sejahtera & Berkeadilan.

Doren Wakerwa menjelaskan ada empat klasifikasi atlet-atlet disabilitas yang akan berpartisipasi di Peparnas, yaitu: Atlet Disabilitas Daksa, Atlet Disabilitas Grahita, Atlet Disabilitas Netra, dan juga Atlet Disabilitas Rungu Wicara.

Atlet-atlet disabilitas akan berpartisipasi pada 12 cabang olahraga: angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo tunanetra, menembak, panahan, renang, sepak bola CP, tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.

Menurut Rivo Manansang, agar penyelenggaraan acara Peparnas berlangsung dengan lancar, panitia besar Peparnas memiliki rencana untuk mempekerjakan sekitar 193 panitia inti, 1.197 panitia daerah dan 2.034 panitia pelaksana.

Acara Peparnas sendiri akan dilaksanakan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, dengan pembagian dua zona penyelenggaraan, Kota Jayapura akan menyiapkan beberapa lokasi untuk cabang olahraga: Bulu Tangkis, Catur, Judo Tunanetra, Sepakbola CP, dan Tenis Lapangan Kursi Roda.

Sedangkan Kabupaten Jayapura akan menyiapkan lokasi untuk cabang olahraga: Atletik, Menembak, Panahan, Renang, Boccia, Angkat Berat, dan Tenis Meja.

Sekretaris umum panitia besar Peparnas juga menyampaikan adanya dua isu signifikan yang membutuhkan atensi lebih. Pertama adalah isu kurangnya transportasi bus darat yang ramah disabilitas untuk atlet kursi roda pada 33 provinsi. Kedua adalah isu koordinasi dengan pemerintah daerah, ada sebanyak 11 provinsi yang belum memiliki perwakilan atlet disabilitas untuk acara Peparnas.

Menanggapi isu pertama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Imam Sukandar, menyatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mendukung kurangnya bus dan transportasi lainnya.

Dinas Perhubungan akan memodifikasi bus-bus pasca PON dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan mengirimkannya ke provinsi yang membutuhkan.

Telah disiapkan 484 bus yang akan dikirim menggunakan transportasi laut.

Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani, menyampaikan akan bantu menindaklanjuti isu kedua dan koordinasi langsung dengan 11 pemerintah daerah mengenai persiapan perwakilan atlet disabilitas.
Langkah berikut acara Peparnas adalah untuk mulai melibatkan anak muda dan mempromosikan acara agar penyelenggaraan Peparnas lebih ramai dan meriah.

Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani menyampaikan apresiasi atas pemaparan detail yang telah disampaikan oleh Ketua Harian panitia besar Peparnas, Doren Wakerkwa, SH.,

Jaleswari Pramodhawardani menuturkan apresiasinya kepada seluruh tim perwakilan K/L, khususnya Komite Paralimpiade Nasional Indonesia yang telah hadir di Jakarta yang berangkat dari Solo. Audiensi ini telah menunjukkan komitmen nyata terhadap acara Peparnas yang telah menjadi amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2020. ** (Tim Kedeputian V)