Oleh : Vina Rumbewas
PAPUAInside.com, WAMENA – Minimnya armada sebagai sarana utama penunjang layanan kebersihan di kota Wamena dinilai menjadi salah satu factor yang sering menjadi penghambat pekerjaan dari para petugas kebersihan.
Lince Kogoya Kepala Distrik Wamena Kota mengatakan bahwa saat ini pihaknya selaku penanggungjawab kebersihan kota Wamena hanya menggunakan satu armada untuk melayani tiga keluharan di kota Wamena, sehingga hal tersebut dirasa kurang maksimal.
“Armada yang kita punya saat ini tidak mencukupi, distrik Wamena kota punya armada sejak saya jadi kepala distrik sampai sekarang yakni hampir 9 tahun, hanya 2 armada sedangkan 1 sudah rusak dan diambil kembali BLH, jadi yang ada hanya 1 dan ini tidak maksimal jika mau bersihkan 3 kelurahan,” ungkap Kadistrik Wamena Kota, Sabtu (29/05/2021).
Menurutnya, dengan satu armada tersebut pihaknya bersama BLH dan dinas kebersihan berupaya mengendalikan kebersihan di kota Wamena, meskipun belum maksimal.
Lince Kogoya juga mengatakan, pengajuan penambahan armada sudah diajukan beberapa waktu lalu, dirinya bahkan mengajukan penambahan tiga armada sesuai dengan jumlah kelurahan yang ada di distrik Wamena kota.
“Informasinya armada sudah datang 5 unit, dan menurut staf di BLH mereka sudah serahkan ke distrik dua , tapi sampai sekarang armada belum ada di distrik, dan distrik selama ini hanya gunakan satu armada lama,” terang Kadistrik.
Meski demikian, sebagai penanggung jawab kebersihan kota Wamena kata kadistrik pihaknya terus berusaha agar kota Wamena tetap bersih.
Ia juga menilai saat ini tingkat partisipasi warga untuk menjaga kebersihan lingkungan belum maksimal, meski demikian pihaknya terus berusaha agar wamena tetap bersih. “Imbauan saya bagi pemilik tempat-tempat usaha yang besar agar mereka siapkan armada sendiri, kalau tidak mereka mungkin bisa siapkan tempat penampungan atau bak sampah sendiri supaya petugas sampah kami tinggal angkut sesuai jam,” pintanya.
Masih lanjut kadistrik, kebersihan kota Wamena harus tetap dijaga, karena Wamena merupakan satu-satunya kota di pegunungan tengah Papua, agar warga yang datang dari luar Wamena merasa nyaman. **














