PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL—Kepala Distrik Awinbon, Boas Saunggay, S.P., melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Dasar (SD) Yayasan Yakpesmi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Kunjungan tersebut mengungkap kondisi fasilitas gedung sekolah dan ruang guru yang rusak parah.
Boas Saunggay mengungkapkan kekecewaannya terhadap Dinas Pendidikan setempat yang dinilai kurang perhatian terhadap kondisi sekolah-sekolah di wilayahnya. Ia menyoroti penggunaan Dana BOS oleh pihak sekolah yang habis untuk biaya transportasi udara dan honor guru, sehingga perbaikan fasilitas terbengkalai.
“Saya meminta Dinas Pendidikan lebih memperhatikan hal ini. Dana BOS seharusnya juga dialokasikan untuk perbaikan fasilitas sekolah,” tegas Boas Saunggay.

Kondisi salah satu fasilitas sekolah yang terbengkalai. (foto: ist)
Ia menambahkan, akibat kerusakan parah, siswa terpaksa belajar di tiga ruangan yang dijadikan satu untuk menampung seluruh kelas dari kelas satu hingga kelas enam.
Menurut informasi yang diperoleh, tenaga guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SD tersebut belum pernah bertugas di tempat. Saat ini, kegiatan belajar mengajar hanya dilakukan oleh kepala sekolah dan guru honorer yang dibiayai dari Dana BOS.
“Untuk itu, saya minta Bapak Bupati Spey Yan Bidana untuk memberikan teguran kepada Dinas Pendidikan yang selama ini belum melakukan monitoring di sekolah ini. Jangan hanya tinggal di kabupaten saja, dinas ini kerjanya di mana?” tanya Boas Saunggay dengan nada kesal.
Selain menyoroti masalah pendidikan, Boas Saunggay juga memberikan peringatan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Awinbon agar selalu melayani masyarakat dengan baik. Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan dibiayai oleh negara untuk melayani masyarakat, bukan untuk meninggalkan tempat tugas dengan alasan kehabisan obat.
“Kalau pelayanan seperti ini terus, maka saya akan laporkan ke bupati,” tegasnya.
Boas Saunggay menyayangkan kurangnya intervensi dari dinas terkait dalam menangani masalah pendidikan dan kesehatan di Awinbon. “Saya anak asli daerah, tetap saya akan bersuara terus kalau kinerja tenaga guru dan kesehatan tidak dapat dirasakan masyarakat Awinbon,” ujarnya saat dikonfirmasi media ini pada Rabu, 27 Agustus 2025. ** (Aquino Ningdana)














