PAPUAInside.com, JAYAPURA—Untuk menyelamatkan burung Cenderawasih dari kepunahan serta menghomtai adat istiadat masyarakat Papua maka pada Perhelatan PON XX tahun 2021 diharapkan tidak menjadikan mahkota burung surga tersebut sebagai cendera mata atau souvenir.
Hal tersebut disampaikan Komjen Pol Paulus Waterpauw yang juga Kabaintelkam Polri di Jayapura mendukung banyaknya penolakan-penolakan dari berbagai komunitas untuk tidak menjadikan mahkota burung Cenderawasih sebagai cinderamata PON XX 2021.
‘’Burung Cenderawasih lambang budaya dan adat, hanya digunakan oleh ondoafi pada saat upacara-upacara atau kegiatan kebudayaan, sehingga saya mendukung apa yang disuarakan para aktivis lingkungan, komunitas untuk tidak menjadikan burung Cenderawasih sebagai souvenir di PON XX maupun diperjualbelikan di pasar-pasar atau pinggir-pinggir jalan,’’ jelasnya.
Burung Cenderawasih kata Komjen Waterpauw adalah burung endemic Papua dan hidup bebas di alam Papua. ‘’Jika burung Cenderawasih diburu lalu dijual atau dijadikan souvenir, suatau saat burung endemic akan habis dan kita hanya bisa mengenangnya dengan cerita,’’ jelasnya.
Komjen Waterpauw mengajak generasi muda di Papua untuk memahami adat dan budaya sehingga menggunakan simbol-simbol adat dan budaya itu pada tempatnya. ‘’Misalkan saat menari, pakailah souvenir atau property yang sesuai dengan tarian, tidak semua tarian menggunakan mahkota burung cenderawasih,’’ pesannya.
Sebelumnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) melarang penggunaan burung Cenderawasih sebagai cideramata pada PON XX Papua nanti.
Kepala BBKSD Papua Edward Sembiring, mengatakan telah menyurati PB PON XX Papua, agar tidak menggunakan atribut ataupun aksesoris Burung Cenderawasih asli, saat seremonial event empat tahunan tersebut.
“Tidak hanya Burung Cenderawasih, tetapi satwa dilindungi lainnya, termasuk Kasuari juga dilarang untuk dimanfaatkan bagian tubuhnya sebagai aksesoris,” kata Edward Sembiring seperti yang dilansir Tribunpapua.com, Rabu (08/09/2021) lalu. **














