Komjen Paulus Waterpauw Mengenang Masa Kecil di Warung Tahu Tek Surabaya

Komjen Paulus Waterpauw saat berada di Warung Tahu Tek milik H Ali di Jalan Dinoyo, Kota Surabaya, Jawa Timur. (foto: ist)

PAPUAInside.com, JAYAPURA— Komjen Paulus Waterpauw yang saat ini menjabat Kabaintelkam Polri menghabiskan masa kecilnya mulai dari SD sampai lulus AKABRI tahun 1987 di Kota Pahlawan Surabaya, Jawa Timur.

Di kota ini Komjen Waterpauw memiliki banyak kenangan dan tempat favorit, namun satu tempat yang tetap dikunjunginya setiap kali ke Kota Surabaya sampai saat ini yaitu Warung Tahu Tek milik H Ali di Jalan Dinoyo.

Seperti yang terlihat pada Jumat (16/04/2021) malam. Melalui video yang dishare ke group WAG nampak Komjen Waterpauw ditemani temannya semasa kecil duduk di Waerung Tahu Tek milik Haji Ali.

“Ini tempat makan saya. Mulai dari jaman bapak masih SD, SMP, SMA, masuk AKABRI pulang makan disini. Bahkan saat pangkat Letnan, Kapten sampai sekarang makan disini, bintang tiga,” katanya sambil menunjukkan kode tiga jari. “Sama bapak ini disini,” sambungnya menunjuk rekannya yang akan menemani makan tahu tek.

Sepertinya selain melepas rindu untuk mengenang masa kecil, tahu tek yang disuguhkan itu ternyata mempunyai keunikan tersendiri ketika akan disajikan. Suara gunting dan sendok yang beradu, saat memotong tahu dan lontong menghasilkan bunyi yang khas, tek…tek….tek. Seperti melahirkan suara musik yang merdu.

“Ini bisa lihat depan (sambil duduk, bisa lihat pembuat tahu tek), lihat wajannya. Nanti bunyinya tek..tek..tek, itu khasnya. Sambil garpunya jalan, bunyi tek..tek..kedengaran. Itu masuk ke jantung paling dalam,” kata Paulus menjelaskan.

Tahu tek milik Haji Ali yang berdiri sejak tahun 1962 yang terletak persis di Jalan Dinoyo 147 A Kota Surabaya itu sudah menjadi tempat atau lokasi kuliner kesukaan pria kelahiran Fakfak, Papua Barat 25 Oktober 1963.

Setiap kali ada kesempatan, sudah pasti suami dari Roma Megawanti Pasaribu itu menyempatkan diri untuk menyantap makanan kesukaannya sejak sekolah dasar di Kota Pahlawan, julukan Kota Surabaya. Bahkan ketika menjadi Kapolda Papua pertama kali pada sekitar 2015, tak lupa alumni Akpol 1987 itu sekedar singgah untuk makan tahu tek.

Ayahanda dari Raisa Serafina Waterpauw, Denzel Piereto Waterpauw dan Ruth Emmanuella Waterpauw itu mengaku bahwa tahu tek di Jalan Dinoyo itu telah menjadi langgannya saat masa sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, hingga tes masuk AKABRI.

Paulus merupakan salah satu dari sejumlah pejabat di korps Bhayangkara yang menyandang bintang tiga, dua kali menjadi wakil kepala kepolisian daerah dan empat kali dipercayakan menjadi kepala kepolisian daerah. Itu artinya, jiwa pemimpin telah menjadi bagian dari dirinya.

Jika dikaitkan dengan tahu tek yang selalu disantapnya sejak masa SD, sudah pasti Paulus Waterpauw adalah sosok pemimpin yang sederhana, loyal dan mempunyai integritas yang tinggi. Siapa saja, tentunya tidak akan dilupakan, inilah figur atau calon pemimpin masa depan yang harus dan patut diteladani.

“Pemimpin sejati, tidak cari aman. Selalu ada didepan, menjadi teladan dan tidak ada ketakutan. Selalu ada saat dibutuhkan, tidak cari alasan, apalagi pembenaran dan selalu bersikap jantan,” kata Paulus dalam suatu kesempatan. **