Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAKARTA—Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menghadirkan UMKM binaannya, Ruma Kombucha Exotic Papua, dalam ajang Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) 2025.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, berlangsung 8-12 Oktober di JIExpo Convention Center and Theater, Kemayoran, Jakarta.
Kepala Perwakilan BI Papua, Faturachman, mengatakan partisipasi ini menjadi wujud dukungan BI dalam mendorong pengembangan UMKM berbasis ekonomi syariah dan potensi lokal Papua.
“Produk yang kami tampilkan lebih ke makanan dan minuman. Salah satunya Ruma Kombucha Exotic Papua, mitra binaan kami, yang akan tampil dalam talk show pada 12 Oktober 2025,” jelasnya di Sari Pasific Hotel Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Selain mendukung UMKM, BI Papua juga melibatkan pengurus Hebitren (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) Papua dalam dialog pesantren se-Indonesia. “Dialog tersebut membahas peran pesantren dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Founder Ruma Kombucha Exotic Papua, Dian Lestari, bersama rekan-rekannya memperkenalkan produk Kombucha Sarang Semut dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di JIExpo Convention Center and Theater, Kemayoran, Jakarta. (Foto: BI Papua)
Founder Ruma Kombucha Exotic Papua, Dian Lestari, mengaku bangga bisa membawa produk lokal Papua ke ajang nasional bergengsi.
“Kami ingin mengenalkan warisan budaya Papua dalam bentuk minuman kombucha. Ini kebanggaan bagi kami,” ujarnya.
Produk Ruma Kombucha dibuat dari bahan alami khas Papua seperti buah-buahan, bunga, rimpang, kopi, sarang semut, dan pinang, serta telah bersertifikat halal. Produk ini menjadi salah satu peserta yang lolos seleksi nasional di bawah binaan BI Pusat, dengan penilaian dari 10 juri internasional yang tergabung dalam Indonesia International Halal Hub Committee Cheff Competition (IN2HCC).
Dian menjelaskan, inovasi kombucha berbahan dasar sarang semut menjadi ciri khas produk mereka.
“Biasanya sarang semut diseduh seperti teh, tapi kami olah menjadi minuman modern yang disukai anak muda. Selain enak, juga menyehatkan,” katanya, Jumat (10/10/2025).

Founder Ruma Kombucha Exotic Papua, Dian Lestari, bersama Pengurus Hebitren (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) Papua, saat memperkenalkan produk Kombucha Sarang Semut dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di JIExpo Convention Center and Theater, Kemayoran, Jakarta. (Foto: BI Papua)
Saat ini, Ruma Kombucha telah dipasarkan di sembilan kota besar, termasuk di area PT Freeport Indonesia, dan diminati oleh masyarakat lokal maupun warga asing.
“Ini membuktikan warisan budaya Papua mampu sejajar dengan tren modern,” ungkapnya.
Dian menambahkan, Papua memiliki kekayaan hayati luar biasa dengan lebih dari 20.000 jenis tumbuhan, di mana 50 persen merupakan tanaman endemik.
“Kami menggunakan bahan lokal seperti sarang semut dari Merauke, nanas dari Bokondini, strawberry dari Wamena, pinang dari Tablanusu, dan rempah dari Arso. Kami ingin minuman ini menjadi simbol kesehatan dan kebanggaan masyarakat Papua,” tuturnya.
Melalui ajang ISEF 2025, Dian berharap produk kuliner dan minuman dari Papua tak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
“Yang kami bawa bukan sekadar nama produk, tapi nama besar Papua,” pungkasnya. **














