Kesehatan Ibu dan Anak Jadi Materi Retreat Perempuan Kingmi di Dogiyai

Ketua PKK Kabupaten Puncak Elpina K.Wandik,S.KM.M.Kes saat memberikan materi tentang kesehatan ibu dan anak saat retreat perempuan Kingmi Papua dan Papua Barat di Dogiyai, Selasa 18 Oktober 2022 lalu. (foto: Kominfo Puncak)

PAPUAInside.com, DOGIYAI— Ketua PKK Kabupaten Puncak  Elpina K. Wandik,S.KM.M.Kes mengatakan kesehatan ibu dan anak  sangat menentukan masa depan generai emas Papua, yang dibentuk mulai dari kandungan serta dukungan suami.

Hal tersebut disampaikan saat membawakan materi tentang kesehatan ibu dan anak menentukan generai emas Papua, dihadapan ribuan perempuan Papua dan Papua Barat yang mengikuti retreat departemen Pelayanan Perempuan Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua yang dilaksanakan di Jemaat Kingmi Golgota, Klasis Kamuu Timur, Kabupaten Dogiyai Selasa (18/10/2022.

“Menyangkut tentang upaya dibidang kesehatan ibu dan anak, mulai dari pemeliharaan dan pelayanan ibu hamil, melahirkan, sampai menyusui bayi, termasuk anak pra sekolah, karena itu menentukan generasi masa depan Papua, semua itu dari kerja sama yang baik dalam keluarga,” kata Istri dari Bupati Puncak ini.

Menurut  alumi S-2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih ini, terciptanya generasi emas Papua itu, harusnya sejak ibu itu mulai hamil dari 0-1000 hari kehidupan, sehingga ibu disarankan harus mampu memilah makanan yang memiliki asupan gizi seimbang, untuk mengoptimalkan perkembangan pertumbuhan otak janin dalam kandungan.

“Jadi sejak istri itu menyatakan dia hamil, maka suami sudah harus membantu menyiapkan kandungan makanan yang bergizi, karena 1000 hari kehidupan itu sangat menentukan kecerdasan, menuju generasi emas masa depan Papua. Jangan kasih ibu sendiri yang susah, suami harus saling membantu, jika mau anak itu tumbuh sehat dan cerdas,” tukasnya.

Menurut Kabid Perlindungan anak dan KB pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak dan pengendalian pendudukj dan keluarga Kabupaten Puncak ini, khusus untuk perempuan Papua yang jauh dari kota berada ditengah-tengah jemaat yang terpencil di wilayah pegunungan, jangan putus asa untuk mendapatkan makanan bergizi, harus turun cari di kota, sebab makanan bergizi sebenarnya ada di sekitar halaman rumah kita, misalnya keladi, ubi-ubian, sagu serta sayur-sayuran yang bergizi, sementara untuk kandungan protein, disarankan ibu-ibu bisa memanfaatkan halaman, membuat kolam ikan emas atau ikan lele, mujair, gabus bisa melengkapi gizi ibu saat hamil.

“Kandungan gizi itu harus terus menerus tidak boleh putus bagi ibu yang sedang mengandung, nah, khusus untuk kita di Papua ini diberikan berkat oleh Tuhan, gunakan halaman rumah, makan ubi-ubian, sayur tanpa pupuk, ikan pasti anak akan tumbuh dengan cerdas yang penting olah secara baik sesuai dengan standar kesehatan,” ajaknya.

Sebagai seorang ibu, Elpina Kogoya menyambut positif  retreat ini dan berharap kegiatan seperti ini perlu didukung oleh pemerintah, gereja karena melalui membantu meningkatkan wasasan perempuan gereja Kingmi, sehingga menambah pengetahui ibu-ibu dari sisi rohani maupun kesehatan ibu dan anak, ketika kembali ke tengah keluarga, mereka dapat menerapkan apa yang mereka sudah dapat dalam retreat ini. ** (Diskominfo Puncak)