Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Keluarga Gubernur Papua, Lukas Enembe menyatakan tak mengizinkan keluar Papua, termasuk tawaran KPK, untuk berobat ke Jakarta. Pasalnya, Lukas Enembe kini dalam keadaan sakit dan masih dalam penanganan dokter.
Sebelumnya, Direktur Penindakan KPK Asep Guntur menawarkan kepada Lukas Enembe, agar memeriksa kesehatan di Jakarta, didampingi dokter KPK dan dokter IDI.
Kediaman Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tame, Kota Jayapura, masih dijaga ribuan massa. Massa berjaga-jaga memakai peralatan perang tradisional, seperti busur, anak panah, senjata tajam bahkan alat berat.
Demikian disampaikan Perwakilan Keluarga Lukas Enembe, Ronald Kogoya, didampingi Perwakilan Adat Pegunungan Papua Elvis Tabuni, saat menyampaikan keterangan pers, Jumat (30/9/2022).
Turut hadir Perwakilan Tabi Frangklin Wahey, Perwakilan Pemuda Benyamin Gurik, Ketua Tim Pengacara Stefanus Roy Rening dan Aloysius Renwarin.
Ronald mengatakan, keluarga sudah sepakat tak mengizinkan Lukas Enembe keluar dari Papua.
“Bapak Lukas sudah sampaikan tak mau berobat ke Jakarta,” tegas Ronald.
Elvis Tabuni menerangkan, pihaknya mohon kepada KPK, untuk memberikan izin kepada dokter keluarga, untuk datang ke Papua menangani kesehatan Lukas Enembe.
“Kami mempersilakan KPK datang memeriksa Lukas Enembe dikediamannya di Koya,” tegas Elvis.
Elvis juga menyampaikan pihaknya telah sepakat menolak upaya penjemputan paksa Lukas Enembe oleh KPK.
Diketahui, Gubernur Papua, Lukas Enembe ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi senilai Rp 1 miliar pada 5 September 2022. **














