Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Pembunuhan sadis yang dilakukan Kelompok Separatis Papua pimpinan Lamek Taplo terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, tak bisa ditolerir.
Keluarga korban Suster Ela, sapaan akrab almarhum Gabriella Meilani mengaku sangat terpukul atas kejadian penyerangan tak manusiawi itu.
“Kami berharap bisa ketemu Ela selesai bertugas dengan suka cita, tapi kami terima dia dengan keadaan mengenaskan,” ujar Merri B. Sanda, tante suster Gabriella kepada wartawan di Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Jumat (17/9/2021).
Menurut Merri, keponakannya sempat berkomunikasi melalui ponsel, Minggu (12/9/2021, sehari sebelum kejadian.
“Kontak terakhir itu Minggu siang, sepulang gereja dia masih video call dengan orang tuanya,” katanya.
Ela juga sempat memasang foto pada status WhatsAppnya, Senin (13/9/2021) pagi. Mungkin beberapa jam sebelum peristiwa penyerangan kelompok Lamek Taplo.
Kata Merri, suster Ela bertugas di Pegunungan Bintang pada tahun 2021 ini.
Dengan kejadian yang menimpa keponakannya, Merri mengharapkan ada jaminan keamanan dan keselamatan bagi nakes, termasuk guru di pedalaman Papua.
“Keluarga sangat berharap, pemerintah yang mengatur tenaga medis, termasuk guru juga dan orang-orang yang bertugas di pelayanan jasa, tolong perhatikan keselamatan mereka. Mereka tak punya keterkaitan denga politik, mereka murni hanya melayani masyarakat,” katanya lagi.
Gabriella, lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Uncen Jayapura tahun 2020. Selain Ela, dua kakak sepupunya juga adalah nakes yang bertugas di salah satu distrik di Pegunungan Bintang.
Evakuasi jenazah Gabriella dari dalam jurang baru berhasil dilakukan personel gabungan TNI-Polri pada Jumat (17/9/2021) sore ini. Ia ditemukan meninggal dunia di dalam jurang sedalam 300 meter.
Selama proses evakuasi, tim mendapatkan gangguan tembakan dari KSTP. Penembakan dilakukan dari seberang jurang lokasi jenazah suster Gabriela ditemukan. Rencananya, jenazah akan dibawa ke Kota Jayapura pada Sabtu (18/9/2021) besok.
Selain almarhum Gabriella, TNI telah lebih dulu mengevakuasi 9 nakes yang mengalami luka-luka. Terdapat 11 nakes yang bertugas di Distrik Kiwirok. Sembilan berhasil selamat, satu meninggal dunia dan satu lainnya atas nama Geral Sukoi belum ditemukan. **














