Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAInside.id, KULON PROGO—Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong Nggua menggelar kegiatan menoken pembelajaran budidaya vanili di pekarangan dan di green house atau rumah kaca, mulai proses penyerbukan, penetuan jarak tanam dan proses seleksi buah vanili, untuk menghasilkan vanili yang berkualitas atau grade premium.
Kelompok Tani Ayem memperkenalkan cara budidaya vanili di green house atau rumah kaca.
Kegiatan ini berlangsung di Rumah Belajar Vanili Mbajing, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 25 November 2024.
Kegiatan ini adalah rangkaian Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020 – 2024 di beberapa lokasi di Jawa, antara lain, Magelang, Batang, Kulon Progo dan Yogyakarta pada 24 November-2 Desember 2024.
Sebelumnya, Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020 – 2024 bermalam dan membuka tenda atau camping groud di Desa Pagerharjo, tepatnya di Pasar Sempulur di lokasi tempat Temu Mitra The Samdhana Institute tahun 2019.
Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020 – 2024 berlangsung di beberapa lokasi di Jawa, antara lain, Magelang, Batang, Kulon Progo dan Yogyakarta pada 24 November-2 Desember 2024.

Komunitas Menoken dan Kelompok Tani Ayem berpose bersama di sela-sela Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020 – 2024 di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 25 November 2024. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)
Perubahan Cuaca Ekstrem
Ketua Kelompok Tani Ayem, Hery Susanto menyampaikan budidaya vanili di dalam green house, untuk memaksimalkan potensi hasil dan kualitas.
Dengan lingkungan terkendali, ujarnya, petani dapat menciptakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan vanili.
Green house memberikan perlindungan terhadap perubahan cuaca ekstrem, hama, dan penyakit, yang sering menjadi tantangan dalam budidaya vanili di lapangan terbuka. Kondisi suhu, kelembapan, dan cahaya bisa diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman, memastikan pertumbuhan yang optimal sepanjang tahun.
Selain itu, green house juga memungkinkan, untuk memperpanjang musim tanam dan mempercepat proses pertumbuhan vanili.
“Ini berarti hasil panen bisa lebih sering dan lebih konsisten,” tutur Hery.
Green house juga mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk secara signifikan, karena lingkungan yang terkendali, sehingga menghasilkan produk vanili yang lebih organik dan berkualitas tinggi.
Dengan memanfaatkan teknologi modern ini, ucapnya, para petani vanili dapat meningkatkan produktivitas, menghasilkan vanili yang lebih baik, dan memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang. Budidaya vanili di dalam greenhouse adalah langkah maju menuju pertanian yang berkelanjutan dan efisien.

Komunitas Menoken dan Kelompok Tani Ayem menyampaikan salam menoken di sela-sela Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020 – 2024 di Kedai Kopi Mbajing, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 25 November 2024. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)
Bibit Bantuan Pemerintah
Menurut Hery,budidaya vanili dengan bibit sulur panjang 1/2 atau 1 meter atau memakai polybag dan serabut kelapa, ajir dan pipa viber, agar vanili cepat berbunga dan berbuah.
Hery menuturkan, pihaknya mendapat bantuan bibit dari pemerintah bernama vanili dua. Masing-masing bibit vanili ada ukuran, umur, nomor -nomor dan indukan.
Menurut Hery, pihaknya telah mendapat sertifikasi dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika (Balittro) Kota Bogor.
Dikatakan pihakya menanam sebanyak 96 bibit vanili dua sejak akhir Desember 2022. Rencana berbuah tahun 2025, sehingga panen di tahun 2026 mendatang.

Komunitas Menoken dan Kelompok Tani Ayem di sela-sela Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020 – 2024 di Kedai Kopi Mbajing, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 25 November 2024. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)
Vanili Grade Premium Kemasan
Anggota Unit Vanili BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Benyamin Bay menyambut positif kegiatan Menoken Kembali Mula “Baku Belajar” November 2020-2024, terutama belajar cara budidaya vanili, yang mudah, efisien, berkualitas dan ramah lingkungan.
“Setelah belajar di Kelompok Tani Ayem. Mudah-mudahan kembali ke Namblong, kami bisa lebih mengembangkan budidaya vanili di green house,” kata Benyamin.
Benyamin menuturkan, BUMMA PT Yombe Namblong Nggua berkolaborasi dengan The Samdhana Institute telah melakukan budidaya vanili, sekaligus membangun rumah pengeringan vanili.
Rumah pengeringan vanili ini, diresmikan Sekda Jayapura Hana Hikoyabi Kampung Nimbokrangsari, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (24/8/2023).
Menurut Benyamin, pihaknya kini telah memproduksi vanili grade premium dalam kemasan plastik, dengan merk dagang BUMMA PT Yombe Namblong Nggua.
BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, resmi berdiri setelah terbit Akte Notaris tanggal 30 September 2024.
BUMMA PT Yombe Namblong Nggua telah menggelar Rapat Umum Pemegang Sahan (RUPS) di Kampung Nimbokrang Sari, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, 30 Oktober 2024.
Pemilik dan pemegang saham BUMMA PT Yombe Namblong Nggua adalah 44 Iram atau Kepala Suku dan 52 marga, yang ada di wilayah Namblong, untuk mengembangkan 53.000 hektar lahan.
BUMMA PT Yombe Namblong Nggua telah membentuk lima unit usaha, yakni kehutanan, ekowisata, peternakan, perikanan dan carbon trade atau perdagangan karbon.
Benyamin menerangkan, BUMMA PT Yombe Namblong Nggua kini telah mengembangkan vanila dan ekowisata Kali Biru di Kampung Berap, Distrik Nimbokran, Kabupaten Jayapura.
Kembali dari Rumah Belajar Vanili Mbajing, Nokeners melanjutkan menoken sembari menyeduh kopi di Kedai Kopi Mbajing milik Hery Susanto.

Ketua Rumah Belajar Vanili Mbajing, Surasa berpose bersama Anggota Unit Vanili BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Benyamin Bay di sela-sela Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020 – 2024 di Kedai Kopi Mbajing, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 25 November 2024. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)
Napak Tilas
Nokeners Yogyakarta Ambrosius Ruwindrijarto, Menoken Kembali Mula “Baku Belajar” November 2020-2024 adalah napak tilas menoken pertama pada November 2020 di sejumlah tempat di Garut, Banten, Batang, Magelang, Purworejo dan Yogyakarta
Dikatakan Menoken pertama kali dilakukan di saat Covid-19 pada tahun 2020, bulan November mendapat dukungan keterlibatan berbagai jaringan komunitas menoken yang hadir, 5 peserta perwakilan dari Tanah Papua, yang diwakili Komunitas Menoken wilayah budaya Domberai, Komunitas Menoken di Batang dan Magelang, Jawa Tengah, Samigaluh Kulon Progo, Yogyakarta.
Keterlibatan berbagai kelompok organisasi dan lembaga yaitu Brayan Oerip Maju Bareng Ati Tentram, Sapta Wening, Lolajohan, Indigenous River Caffee Shop, dan Nyilir Banyu.
Nokeners Bogor Yuniken Mayangsari mengatakan ia mewakili The Samdhana Institute ikut Menoken Regional Youth Summith tahun 2021 di Batang, Jawa Tengah, tepatnya di Gunung Sikembang, peserta nokeners adalah komunitas disabilitas Netra Batang. **














