Kabar Gembira, BUMMA PT Yombe Namblong Nggua Resmi Berdiri

Pengurus Mitra BUMMA dan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, berpose bersama di Kampung Ombrob, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, 1-2 Mei 2024. (Foto: BUMMA PT Yombe Namblong Nggua/Naomi Waisimon)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, SENTANI—Masyarakat adat di wilayah Namblong, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua boleh bergembira, setelah berhasil mendirikan Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA), dengan nama BUMMA PT Yombe Namblong Nggua sejak 2 Mei 2024.

BUMMA PT Yombe Namblong Nggua resmi berdiri, ketika Retret Mitra BUMMA pada 1-5 Mei 2024, dimulai dari Kampung Ombrob, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua  1-2 Mei 2024.

Lanjut di Kampung Benyom, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua 3 Mei 2024.

Kemudian di Kampung Berab, Distrik Nimbrokrang, Kabupaten Jayapura, Papua 4-5 Mei 2024. 

Dan berakhir di Kampung Nombukrang Sari, Distrik Nimbrokrang, Kabupaten Jayapura, Papua 5 Mei 2024.

Iram Tekai Kampung Singgri, Distrik Nimbokran, Bernard Demotekai, ketika menyampaikan sambutan dalam Retret Mitra BUMMA di Kampung Benyom, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua 3 Mei 2024. (Foto: BUMMA PT Yombe Namblong Nggua/Naomi Waisimon)

Turut hadir Director for Indonesia Operation The Samdhana Institute Dr Martua T Sirait, Coordinator Executive Director Mitra BUMMA, Ambrosius Ruwindrijarto, Coordinator Executive Director Mitra BUMMA Dominic Tan, Lead Strategy Mitra BUMMA Abdon Nababan, Direktur Utama BUMMA PT Yombe Namblong Nggua Yohana Tarkou, Direktur Operasional/Umum BUMMA PT Yombe Namblong Nggua Yusuf Kasmando, Coordinator The Samdhana Institute Papua Piter Aloisius Roki, para Iram Tekai atau Kepala Suku dari wilayah adat Namblong, para Iram Tekai atau Kepala Suku di wilayah adat Namblong dan DAS Namblong.

Lead Strategy Mitra BUMMA Abdon Nababan, menjelaskan, pendirian BUMMA PT Yombe Namblong Nggua berdasarkan kesepakatan bersama para Iram Tekai bahwa seluruh kekayaan alam dan budaya yang ada dan wilayah adat suku Namblong yang bisa diusahakan, maka penguasaan sudah diserahkan kepada BUMMA PT Yombe Namblong Nggua.

Retret Mitra BUMMA merupakan evaluasi dari persiapan dan pendampingan terhadap BUMMA PT Yombe Namblong Nggua selama 1,5 tahun sejak dibentuk pada 12 Oktober 2022.

Direktur Utama BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Yohana Tarkou Yohana Tarkuo, membacakan Anggaran Dasar (AD) BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, ketika Retret Mitra BUMMA di Kampung Ombrob, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, 1-2 Mei 2024. (Foto: BUMMA PT Yombe Namblong Nggua)

Retret Mitra BUMMA, terang Abdon, pihaknya melaporkan perkembangan dan pembentukan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua kepada masyarakat adat, para Iram Tekai dan ke DAS Namblong.

“Dan kemudian kita siapkan kan selama proses itu kita sudah bikin rancangan pembentukan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, karena BUMMA inilah yang diinginkan masyarakat adat suku Namblong,” jelas Abdon lagi.

Abdon menuturkan, pihaknya juga melaporkan dan membantu mereka membuat rancangan rancangan dan dokumen, yang nanti hasil akhirnya berupa Rancangan Anggaran Dasar (RAD) BUMMA PT Yombe Namblong Nggua.

“Di musyawarah adat, yang dihadiri sebagian besar Iram Tekai dan kemudian mereka mengatakan oke dengan RAD BUMMA PT Yombe Namblong Nggua,” ucap Abdon.

Melalui RAD BUMMA PT Yombe Namblong Nggua ini, tukas Abdon, maka sudah bisa memproses legalitasnya berupa Perseroan Terbatas (PT). Namanya PT Yombe Namblong Nggua, dibantu Nur Amalia Pegiat Lingkungan dan Pengacara Publik, untuk mendaftar ke Kemen Hukum dan HAM, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), perizinan dan lain lain.

Kegiatan Retret Mitra BUMMA di Kampung Ombrob, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, 1-2 Mei 2024. (Foto: BUMMA PT Yombe Namblong Nggua)

Coordinator Executive Director Mitra BUMMA Dominic Tan menerangkan, pihaknya membantu dan mempersiapkan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua selama 1,5 tahun, dan ada tiga usaha, yang  sudah mulai dengan pelatihan-pelatihan, yakni bidang usaha pertanian melalui pengembangan vanili di Kampung Nombukrang Sari, Distrik Nimbrokrang, Kabupaten Jayapura, Papua.

Kemudian pengembangan ekowisata yang telah diujicobakan di Kampung Beraf, Distrik Nimbrokran, Kabupaten Jayapura, Papua dan beberapa tempat lain.

Dan usaha di bidang kehutanan, yakni carbon trading atau perdagangan carbon.

Dominic menuturkan, pihaknya merencanakan launching tiga bidang usaha tersebut pada tahun 2024 ini.

“Setelah itu, kita koordinasi ke pemerintah, biar kita bisa saling support,” tandas Dominic. 

Pendamping Kehutanan Mitra BUMMA, Soelthon mengatakan pihaknya mendukung BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, dalam melakukan pemetaan wilayah dan juga potensi yang ada di dalamnya. Kemudian bersama membangun perencanaan, untuk mengolah potensi SDA.

“Kita harapkan ada satu pengelolaan SDA, yang berkelanjutan, agar lingkungan tetap terjaga,” pungkas Soelthon. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *