Jumlah Kumulatif Pasien Positif Covid-19 di Papua 362 Kasus, Belum Puncak

foto ilustrasi (istimewa).

Oleh: Nethy DS|

PAPUAInside.com, JAYAPURA— Memasuki bulan ketiga diberlakukan social distancing di Papua, jumlah kumulatif pasien covid-19 mencapai 362 dan diperkirakan akan terus naik karena puncak pengidap penyakit ini di Papua diperkirakan pada angka 450.

Angka 450 ini menurut Juru Bicara Satgas Pengendalian Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Dokter Silwanus Sumule disampaikan Kementerian Kesehatan saat berlangsung video conference sekitar tiga minggu lalu. ‘’Itu hasil perhitungan dari oleh ahli-ahli di pusat dan disampaikan saat video conference tiga minggu lalu bahwa kita di Papua angka puncak kita 450 dan setelah itu akan terjadi penurunan angka yang positif,’’ jelasnya saat zoom meeting dengan jurnalis di Posko Covid-19 Kantor BPBD Provinsi Papua, Sabtu (16/05/2020).

Angka 362 hari ini dicapai dengan penambaham 19 kasus positif yang berasal dari Kota Jayapura 15 dan Kabupaten Jayapura 4 kasus.

Dari jumlah tersebut, pasien dirawat 266 dirawat atau 73%, sembuh 89 atau 25% dan meninggal dunia 7 orang atau 2%. Sementara ODP sebanyak 3045 dan PDP 485, jumlah sample swab yang sudah diperiksa dengan metode PCR sebanyak 2762 sample.

Sumule mengatakan dengan melihat situasi masyarakat saat ini yang tidak taat pada protocol kesehatan, dikhawatirkan jumlah yang terpapar covid-19 di Papua akan melebihi angka puncak tersebut.

‘’Masyarakat tidak mentaati protocol kesehatan, tidak melakukan social distancing maupun physical distancing, kalau berada di luar rumah tidak menggunakan masker, saya sangat khawatir jumlah yang terinfeksi akan jauh lebih banyak dari yang diprediksi. Saat ini saya sudah sangat was-was,’’ jelasnya.

Mencegah virus ini agar tidak menulari banyak orang tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak atau beberapai pihak, misalnya hanya pemerintah, tetapi semua elemen dalam masyarakat harus terlibat.

Petugas kesehatan di Rumah sakit sudah memberikan pelayanan yang maksimal sehingga sampai saat ini jumlah kematian penyakit hanya 2 persen, namun jika tidak diikuti dengan kedisiplinan  masyarakat maka pertahanan di rumah sakit bisa jebol jika sudah sangat banyak orang yang mesti ditangani.

Saat ini Satgas Covid-19 sudah menggunakan 2 unit PCR untuk melakukan pemeriksaan swab dan bisa mengerjakan 300 sample setiap hari. ‘’Sample positif sebanyak 19 hari ini diketahui melalui hasil pemeriksaan PCR dari Litbangkes 15 dan Labkesda 4 sample,’’ jelasnya.

Makin banyak sample diperiksa maka makin cepat diketahui jumlah orang yang terinfeksi, sehingga makin cepat pula ditangani oleh medis.

Sampai saat ini pemeriksaan melalui rapid test sudah 20.243 orang, dan  masih terus dilakukan di semua kabupaten/kota di Papua untuk lebih cepat menemukan orang yang terinfeksi.

Berikut jumlah pasien covid-19 di kabupaten/kota yang sudah terinfeksi. Kabupaten Mimika 118 kasus, dirawat 94 orang, sembuh 21 dan meninggal dunia 3 orang. Kota Jayapura 100 kasus, dirawat 73, sembuh 24 dan meninggal dunia 3 orang. Kabupaten Jayapura 56 kasus, diraway 35 sembuh 20 dan meninggal dunia 1 orang.

Kabupaten Biak 23 kasus, diraway 21 dan sembuh 2 orang. Nabire 18 kasus, dirawat 17 dan sembuh 1 orang, Keerom 16 kasus, dirawat 13 sembuh 3 orang, Merauke 13 kasus dirawat 3 orang sembuh 10 orang, Jayawijaya 7 kasus dirawat 5 orang sembuh 2 orang. Sarmi 4 kasus dirawat 1 orang sembuh 3 orang.

Kabupaten Boven Digoel 3 kasus dirawat 2 orang sembuh 1 orang, Mamberamo Tengah 2 kasus tetapi dua-duanya sudah sembuh dan Kabupaten Supiori 2 kasus dirawat 2 orang.

Sumule mengingatkan agar semua warga saling menjaga untuk tidak tertular dan menularkan covid-19. ‘’Saya jaga ko koa jaga saya kita semua selamat,’’ pesannya. **