Jelang Festival Helay Mbay Hote Mbay ke V 2025, Ini Pesan Pemkab Jayapura

Festival Helay Mbay Hote Mbay 28-30 September 2023 di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (Foto: Dok/ Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, SENTANI—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, menyampaikan menjelang Festival Helay Mbay Hote Mbay atau Pesta Makan Papeda dalam Sempe ke V Tahun 2025, agar dilaksanakan sesuai rencana pada 28-30 September 2025 mendatang.   

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura Fred Modouw, SSos di sela-sela Menoken Mama-Mama Abar: Peluang, Tantangan dan Harapan Menuju Kampung Wisata di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (28/3/2025).

Fred menyampaikan pesan kepada masyarakat, untuk mempersiapkan diri dan menata lebih baik lagi, agar Festival Helay Mbay Hote Mbay 2025 tak hanya menjadi daya tarik wisatawan, memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat dan mendorong kampung Abar menjadi kampung wisata.

“Mari kita bersama bergandeng tangan, bertukar pikiran dan berdiskusi, untuk membangun perubahan yang lebih baik bagi masyarakat di kampung-kampung,” kata Fred.

Seorang anak membawa sempe, ketika Festival Helay Mbay Hote Mbay ke IV pada 28-30 September 2023 di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (Foto: Dok/Papuainside.id)

Keterbatasan Alokasi Anggaran

Menurut Fred, pihaknya agak kecewa Festival Helay Mbay Hote Mbay ke IV tahun 2024 seharusnya terlaksana, tapi ternyata batal.

Fred mengaku, pihaknya memiliki keterbatasan alokasi anggaran, yang dikirim Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Jayapura, dimana OPD-OPD mendapat alokasi anggaran sesuai, yang diturunkan TAPD.

“Jadi kalau kami hanya dikasih dana yang kami butuhkan misalnya Rp 10 miliar, tapidikasih Rp 1 miliar, maka kami harus gunakan sesuai dengan kekuatan dana. Sementara pelaksanaan even-even itu cukup banyak,” ujar Fred.

Fred menerangkan, Festival Danau Sentani (FDS) yang digelar setiap bulan Juni membutuhkan alokasi anggaran paling kurang Rp 3,5 miliar. Selain itu, Festival Bahari Tanah Merah, yang sudah empat kali dilaksanakan membutuhkan alokasi anggaran kurang lebih Rp 1,5 miliar. Kemudian Festival Lembah Grime, yang direncanakan tahun 2025 ini.

Kemudian festival-festival kecil di kampung-kampung, salah satunya Festival Ulat Sagu di Kampung Yoboi dan masih banyak lagi.

Sekedar diketahui, kegiatan Menoken Mama Mama Kampung Abar ini adalah kolaborasi antara Komunitas Menoken Mamta, The Samdhana Institute, Pemkab Jayapura, Kelompok Gerabah Titian Hidup Kampung Abar, dan Sama-Sama Learning Community Jayapura.

Menoken adalah bagian dari program 3 M The Samdhana Institute. 3 M merupakan kepanjangan dari Menoken, Menanam dan Mem-BUMMA.

Menoken diinisiasi The Samdhana Institute adalah suatu gerakan bersama, yang terinspirasi dari nilai-nilai atau filosofi tas noken di Tanah Papua, yakni merajut tindakan dan membangun wadah, untuk menyambungkan komunitas, produk, pengetahuan, dan solidaritas.

Dengan demikian, menoken terdapat nilai-nilai yaitu kasih kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dalam kelenturan, kedayagunaan, keterbukaan, memelihara kehidupan.

The Samdhana Institute adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang bergerak melakukan penguatan kapasitas bersama masyarakat adat dan komunitas lokal, khususnya terkait lingkungan hidup.

Rombongan Menoken Mama-Mama Abar, ketika menumpang speed boat kembali ke Dermaga Yahim, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (28/3/2025). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Mempertahankan Tradisi Gerabah Tradisional

Festival Helay Mbay Hote Mbay digelar sejak tahun 2017. Pada pelaksanaan festival ke III tahun 2019 telah dicanangkan oleh Pemkab Jayapura sebagai salah satu festival tahunan di Kabupaten Jayapura.

Festival Helay Mbay Hote Mbay ke IV digelar pada 28-30  September 2023.
Festival ini sempat tertunda selama beberapa tahun, akibat pandemi Covid-19. Selain itu, pelaksanaannya juga sempat tertunda akibat ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 yang berlangsung pada tahun 2021 di Provinsi Papua.

Kampung Abar adalah satu-satunya produkses gerabah di Kabupaten Jayapura, bahkan di Provinsi Papua.

Perjalanan menuju Kampung Abar ditempuh selama 45 menit menggunakan speed boat dari Dermaga Yahim, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Festival ini merupakan upaya mempertahankan tradisi gerabah tradisional, yang telah ada sejak dulu hingga saat ini di Kampung Abar.
Gerabah telah diwariskan para leluhur Kampung Abar sejak dahulu hingga saat ini. Warga di kampung ini secara turun temurun mempertahankan warisan pembuatan gerabah. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *